Disdik Kabupaten Kediri Menggelar Seleksi Lomba Egrang

Kegiatan seleksi lomba egrang yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Rabu (16/6/2021) - Foto Ant

KEDIRI – Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Jawa Timur (Jatim), menggelar seleksi lomba olahraga tradisional egrang. Seleksi dilakukan untuk peserta jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Lomba egrang ini untuk melestarikan budaya kita, yaitu olahraga tradisional. Hasil dari ini untuk seleksi di tingkat provinsi,” kata panitia pelaksana kegiatan, Gutomo, di Lapangan Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Rabu (16/6/2021).

Dalam permainan ini, sudah ada aturan pakem yang berlaku. Permainan ini juga aman untuk anak-anak, baik di jenjang Sekolah Dasar (SD), SMP, hingga umum. Egrang, adalah permainan tradisional dengan menggunakan tongkat yang diberi tambahan pijakan kaki. Orang yang naik egrang, harus bisa menyeimbangkan tubuhnya di atas egrang, untuk bisa mengangkat dan berjalan.

Dalam seleksi kali ini, dibuat estafet. Para peserta harus berjalan dengan egrang di lintasan sepanjang 50 meter dengan tiga kali estafet. Nantinya, yang lolos seleksi akan dikirim ke lomba tingkat provinsi. Pelaksana Tugas Seksi Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Tri Setyo Nugroho mengatakan, seleksi lomba egrang diikut pelajar tingkat SMP dari seluruh sekolah di kediri. Semua sekolah mengirimkan wakilnya ikut serta lomba tersebut.

Para peserta yang lolos seleksi, nantinya akan diikutsertakan dalam lomba tingkat Provinsi Jatim, yang akan digelar sekira Juli sampai Agustus 2021 di Pacitan. Selain lomba egrang, dinas pendidikan juga telah menggelar lomba terompah, yaitu menggunakan bakiak panjang yang bisa berisi beberapa orang. Lomba terompah sudah dilakukan pada Selasa (15/6/2021), dan sudah selesai hingga didapat perwakilan untuk ikut serta dalam lomba di tingkat provinsi.

Tri Setyo, mengapresiasi penyelenggaraan seleksi, karena peserta antusias mengikuti lomba tersebut. Hal itu terlihat dari semangat mereka, yang pantang menyerah menggunakan egrang meski harus berjalan secara estafet. “Alhamdulillah antusias masing-masing kepala sekolah untuk mengikutsertakan anak-anaknya tinggi. Ini juga melestarikan sejarah, ini permainan nenek moyang. Nantinya akan ikut dua lomba, yakni egrang dan trompah. Untuk egrang tiga orang, trompah lima orang,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...