Distan : Produksi Bawang Merah Buton Selatan Capai 275 Ton/Bulan

Ilustrasi [CDN]

BUTON SELATAN — Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, melalui Dinas Pertanian mencatat hasil panen bawang merah di daerah itu berkisar 275 ton/bulan.

Kepala Dinas Pertanian Buton Selatan, LM Idris, di Busel, Selasa, menyebutkan hingga Juni 2021, terhitung tiga kecamatan yang mengelola tanaman bawang merah yakni Kecamatan Batauga dengan luas tanam 11 haktare (ha) berhasil memproduksi sebanyak 342 kuintal, Sampolawa luas tanam 15 ha memproduksi 720 kuintal, dan Kecamatan Lapandewa yang luas tanam 48 hektare berhasil memproduksi 1.690 kuintal.

“Ini kan laporan Juni yang disampaikan ke tingkat provinsi juga. Kalau dirata-ratakan besaran produksi hasil panen (setiap bulan, red) diperkirakan berkisar seperti itu,” kata LM Idris.

Sedangkan puso atau gagal panen pada akhir Juni ini, ungkap dia, sebesar 12,2 ha.

Memang, kata dia, produksi bawang merah di daerah itu senantiasa berkembang karena umur panen bawang merah tidak begitu lama yakni dari 45 sampai 65 hari sudah masa produksi.

“Jadi lumayan tidak lama. Jadi kalau mereka (petani, red) sudah panen, lalu tanam lagi, panen, tanam lagi,” imbuh mantan Kadis PUPR Buton Selatan ini.

Lebih lanjut juga terkait besaran produksi, menurut dia, bila perbandingan dari hasil binan atau pengambilan sampel yang lalu, setiap luas tanam bisa memproduksi 6-7 ton/ha dengan kebutuhan bibit bawang merah yang seimbang.

“Kan kebutuhan bibit bawang merah 1 ha itu bisa 1 ton, sehingga produksinya juga 6-7 ton/ha,” katanya, dengan menyebutkan kalau di daerah-daerah subur seperti di Jawa mampu memproduksi hingga 12 ton/ha.

Dalam upaya meningkatkan produksi petani bawang merah, kata Idris, pihaknya intens melakukan penyuluhan di lapangan agar penerapan teknologinya para petani sesuai rekomendasi yang dianjurkan mulai dari bagaimana memupuk, menanam, dan lainnya.

“Kemudian bibit tidak boleh digunakan bibit yang secara terus menerus panen lalu ditanam lagi, harus ada pergantian,” katanya.

Memang, kata dia, bantuan bibit bawang merah yang lebih banyak didominasi penyuplaiannya dari provinsi, namun saat ini di beberapa lokasi di Lapandewa daerah itu sudah ada kelompok tani yang dijadikan sebagai penangkar benih yang merupakan bibit dari provinsi. [Ant]

Lihat juga...