Dua Siswa Positif Covid-19, Disdik Banyumas Tunda Penambahan Sekolah PTM

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banyumas kembali menunda penambahan sekolah yang melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Selain karena sebentar lagi akan memasuki liburan, juga akibat ada dua siswa Sekolah Dasar (SD) yang sudah menggelar PTM dan diketahui positif terkonfirmasi Covid-19.

Dua siswa yang diketahui positif Covid-19 berasal dari SD Negeri di wilayah Kota Purwokerto dan baru diketahui pada hari Senin (7/6/2021). Sehingga sekolah tersebut untuk sementara kembali melakukan pembelajaran daring.

“Rencana penambahan PTM untuk sekolah lain, kita tunda. Karena sebentar lagi akan libur sekolah, sehingga dengan berbagai pertimbangan, lebih baik penambahan sekolah yang melaksanakan PTM ditunda hingga awal tahun ajaran baru,” kata Kepala Disdik Kabupaten Banyumas, Irawati, Kamis (10/6/2021).

Sebagaimana diketahui untuk tahap pertama pemberlakuan PTM, ada 7 sekolah yang diperbolehkan. Menyusul kemudian PTM tahap dua ditambah lagi 20 sekolah, sehingga saat ini ada 27 sekolah di Kabupaten Banyumas yang melakukan PTM. Rencananya pada bulan Juni ini akan kembali ditambah sekolah yang PTM, namun rencana penambahan tersebut ditunda.

“Siswa sebentar lagi masuk libur tahun ajaran baru, sehingga lebih baik PTM tambahan setelah libur saja atau awal tahun ajaran baru, itu pun masih menunggu perkembangan kasus Covid-19 terlebih dahulu,” jelasnya.

Sementara itu, kepala sekolah dari SD yang dua siswanya terkonfirmasi positif Covid-19, Tri Rudiyati mengatakan, pada hari Senin (7/6/2021) lalu, kedua siswa tersebut masih datang sekolah untuk belajar. Namun, pihaknya memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) di sekolah sangat ketat, dimana siswa terlebih dahulu dilakukan pengukuran suhu tubuh, kemudian diwajibkan cuci tangan sebelum masuk kelas dan wajib menggunakan masker.

Pelaksanaan PTM di kelas juga tetap menjaga social distanching. Setiap kelas hanya terisi siswa separuh dari kapasitas ruang kelas, sehingga jarak antartempat duduk siswa terjaga. Dan siswa juga dilarang untuk berkerumun saat waktu istirahat. Sehingga ia memastikan penularan siswa positif tersebut bukan dari lingkungan sekolah.

“Kita sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga kedua siswa tersebut dan ternyata ada anggota keluarga mereka yang positif, jadi dipastikan penularan bukan dari lingkungan sekolah,” tuturnya.

Meskipun begitu, sebagai konsekuensi serta sesuai dengan protap, sekolah harus menghentikan pembelajaran tatap muka untuk sementara waktu. Dan dari Satgas Covid-19 kecamatan sudah melakukan pengecekan ke sekolah tersebut.

Lihat juga...