Dua Tahun Berjalan, Program DCML Turunkan Kemiskinan Desa Cilongok 5 Persen

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Dua tahun berjualan, program Desa Cerdas Mandiri Lestari DCML yang dijalankan Yayasan Damandiri di Desa Cilongok, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah, diakui mampu berkontribusi menurunkan angka pengangguran di tingkat desa. 

Tak hanya itu, berbagai program pemberdayaan baik di bidang lingkungan kesehatan pendidikan maupun ekonomi yang dijalankan lewat Koperasi Utama Sejahtera Mandiri juga tercatat mampu menurunkan angka kemiskinan di tingkat desa hingga mencapai 5 persen.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Cilongok, Waluyo, saat ikut menghadiri acara kunjungan pengurus Yayasan Damandiri ke demplot pertanian, peternakan dan usaha yang ada di DCML Cilongok, Banyumas, Senin (14/06/2021).

“Saya sangat senang dan bangga. Karena program Yayasan Damandiri ini sangat membantu masyarakat desa. Adanya demplot ini dapat menyerap puluhan tenaga kerja terutama anak-anak muda, sehingga turut membantu pemerintah menurunkan angka pengangguran desa,” katanya.

Memiliki sebanyak 11 ribu penduduk yang terdiri dari 3209 KK, mayoritas warga di desa Cilongok berprofesi sebagai petani pedagang serta buruh. Waluyo mencatat tingkat kemiskinan di Desa Cilongok hingga saat ini masih cukup tinggi yakni mencapai 60 persen. Hal tersebut tak lepas karena angka pengangguran di desa ini juga terbilang tinggi yakni mencapai 20 persen.

“Sejak adanya program dari Yayasan Damandiri ini, angka pengangguran di Desa Cilongok dapat semakin berkurang. Setidaknya ada 40 lebih pemuda desa yang awalnya menganggur kini bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan. Kami mencatat sejak awal berdiri, program DCML yang dijalankan Yayasan Damandiri ini mampu berkontribusi menurunkan angka kemiskinan desa sekitar 5 persen,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga desa setempat, Sigit Priono, mengakui masih tingginya tingkat pengangguran di Desa Cilongok. Hal itu disebabkan karena banyak angkatan kerja/pemuda desa yang lebih memilih mencari kerja di daerah. Padahal jumlah lapangan kerja di daerah sangat terbatas.

“Dulu mayoritas pemuda di Desa Cilongok ini selalu bekerja merantau ke luar daerah. Namun saat ini, banyak pemuda desa yang enggan merantau dan memilih bekerja di desa baik dengan membuka usaha, dan lain-lain. Sehingga tak sedikit pemuda yang justru menganggur,” katanya.

Sebagaimana diketahui Yayasan Damandiri menetapkan desa Cilongok Banyumas Jawa Tengah sebagai desa binaan Yayasan Damandiri sejak 2018 lalu. Lewat program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML), Yayasan Damandiri, melakukan berbagai upaya pemberdayaan ekonomi dengan gelontoran dana mencapai milyaran rupiah. Lewat upaya inilah, Yayasan Damandiri berharap  persoalan kemiskinan di desa Cilongok dapat teratasi sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

Lihat juga...