Dua Tersangka Korupsi Bank Sumut KCP Galang Ditahan Jaksa

MEDAN – Tim Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), menahan dua orang tersangka dalam dugaan korupsi pinjaman kredit usaha rakyat sebesar Rp31.692.690.986 tahun 2013-2014 di Bank Sumut Kantor Cabang Pembantu (KCP) Galang, Kabupaten Deli Serdang.

Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian mengatakan, kedua tersangka itu, R (40) mantan Wakil Pimpinan Bank Sumut KCP Galang, dan SL (43) debitur Bank Sumut KCP Galang, Kabupaten Deli Serdang. Sejak 2013, SL memanfaatkan sarana perkreditan Bank Sumut mengajukan pinjaman kredit usaha rakyat (KUR), Kredit Pemilikan Properti Sumut Sejahtera (KPP SS) dan Kredit Angsuran Lainnya (KAL).

Tersangka SL, selain menggunakan nama sendiri, juga menggunakan atau meminjam nama-nama orang lain, yang terdiri dari keluarga, teman, dan karyawan SL pada usaha ternak ayam, serta rumah makan, dan lain-lain. “Untuk memuluskan pengajuan dana dari Bank Sumut, SL memberikan iming-iming, sehingga pemohon memberikan KTP kepadanya. Namun setelah dana cair tidak ada diberikan kepada pemohon, melainkan dimanfaatkan untuk pribadi,” ujarnya.

Sumanggar mengatakan, sejak 2014, kredit yang diajukan SL dan kawan-kawan mulai bermasalah. Dan untuk menutupi cicilan kredit di Bank Sumut, SL bekerjasama dengan LG dan R (Pimpinan dan Wakil Pimpinan Bank Sumut KCP Galang) kembali mengajukan kredit dengan tetap menggunakan (meminjam) nama-nama orang lain.

Pencairan dana di Bank Sumut itu, tidak sesuai ketentuan pemberian kredit, yang ditetapkan dan dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum, yang dapat merugikan keuangan negara. Sejak 2013 sampai 2015, SL memperoleh sekitar 127 perjanjian kredit dengan total sekitar Rp35.775.000.000, yang saat ini dalam kondisi macet total sekitar Rp31.692.690.986.

“Kedua tersangka SL dan R melanggar Pasal 2 ayat (1) Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke- KUHP,” kata Sumanggar, yang merupakan mantan Kasi Pidum Kejari Binjai. (Ant)

 

Lihat juga...