Dua Warga Meninggal Tersambar Petir di Sampit

Menurut keterangan Sugianto kepada polisi, sekitar pukul 16.30 WIB mulai terjadi sambaran petir. Nahas terjadi sambaran petir yang sangat keras menghantam pondok tempat enam sekawan itu sedang berteduh.

Yoyok Siswanto dan Zainul Arifin terkena dampak akibat sambaran petir tersebut. Setelah diperiksa, kedua korban sudah meninggal dunia. Sementara itu, empat korban lainnya tidak mengalami cedera dalam kejadian itu.

Kejadian itu kemudian langsung dilaporkan ke kepolisian. Jenasah kedua korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Palang Merah Indonesia ke kamar jenasah RSUD dr Murjani Sampit.

“Empat orang teman korban lainnya, luput dan tidak mengalami luka. Sekira pukul 20.00 WIB, jenasah kedua korban dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka dan dimakamkan,” demikian Samsul Bahri.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Haji Asan Sampit sudah mengeluarkan peringatan dini pada pukul 12.40 WIB, bahwa berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang di Kabupaten Kotawaringin Timur, meliputi Kecamatan Cempaga, Cempaga Hulu, Kota Besi, Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Parenggean, Pulau Hanaut, Seranau, Telaga Antang dan Teluk Sampit. (Ant)

Lihat juga...