Enam Kecamatan di Kebumen Gelar PTM

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

KEBUMEN – Meskipun sudah menjelang libur panjang dan masuk tahun ajaran baru, namun Kabupaten Kebumen tetap mulai menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Namun, PTM hanya dilaksanakan pada enam kecamatan saja, yaitu yang sudah masuk zona hijau dan kuning.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Kebumen, Muhammad Amirudin, mengatakan, penerapan protokol kesehatan dilakukan secara ketat pada sekolah–sekolah yang melaksanakan PTM. Selain itu, para guru dan karyawan juga wajib mengikuti swab test terlebih dahulu.

“Untuk PTM dilakukan pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Semua guru serta karyawan harus menjalani swab antigen terlebih dahulu,” jelasnya, Kamis (10/6/2021).

Enam kecamatan yang diperbolehkan untuk PTM yaitu Kecamatan Bonorowo, Prembun, Poncowarno, Pejagoan, Sadang dan Karangayar.

Pada enam kecamatan tersebut, total ada 119 SD dan SMP. Sedangkan untuk jumlah guru dan karyawan yang menjalani swab antigen total ada 1.552 orang.

Ketentuan swab antigen tersebut mengacu pada surat dari Dindik Kebumen nomor 421.9/2362, tanggal 4 Juni 2021, perihal permohonan surat rekomendasi pembelajaran tatap muka pada sekolah jenjang SD/MI, SMP/MTs. SKB, LKP dan PKBM.

Sementara untuk rekomendasi PTM berdasarkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kebumen dan Dindik Kebumen.

“Tak hanya guru dan karyawan sekolah, para siswa juga wajib menggunakan masker, kemudian dilakukan pengukuran suhu tubuh serta wajib mencuci tangan sebelum masuk kelas dan menjaga jarak dengan teman. Selama berada di sekolah, pihak sekolah berkewajiban untuk mengawasi siswa supaya tidak sampai berkerumun dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto mengatakan, pada awalnya hanya sekolah di zona hijau yang diizinkan melakukan PTM, namun dengan berbagai pertimbangan serta karena banyaknya permintaan dari sekolah maupun orang tua siswa, akhirnya wilayah zona kuning juga diperbolehkan untuk melakukan PTM. Dengan catatan, semua wajib menerapkan protokol kesehatan.

“Kemarin kita sudah melakukan pemantauan pembelajaran tatap muka pada beberapa sekolah dan sejauh ini semua berjalan dengan baik. Selama di sekolah, aktivitas siswa juga terbatas di dalam kelas dan jumlah siswa per kelas juga dibatasi hanya 50 persen,” katanya.

Menurut Bupati, pada bulan Juni ini, beberapa sekolah di Kebumen ada yang menggelar kegiatan Penilaian Akhir Tahun (PAT). Dengan diperbolehkannya PTM, beberapa sekolah melaksanakan PAT di sekolah, namun ada juga sekolah yang hanya membagikan soal dan siswa diminta untuk mengerjakan di rumah.

Lihat juga...