Gen Hijau, Cara HPAI Malang Raya Ajak Milenial Peduli Lingkungan

Editor: Makmun Hidayat

MALANG – Himpunan Pegiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) Malang Raya mengajak kaum milenial generasi muda untuk peduli lingkungan dengan membentuk komunitas ‘Gen Hijau’.

Berbagai aksi lingkungan pun telah dilakukan komunitas ini mulai dari mengkampanyekan pengurangan sampah plastik, penghijauan, hingga konservasi tanaman yang termasuk kategori langka.

Dijelaskan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) HPAI Malang Raya, Sulaiman Sulang, S.S, ‘Gen Hijau’ merupakan sebuah komunitas anak muda pecinta lingkungan yang beranggotakan siswa siswi dari beberapa sekolah.

“Di Malang sendiri ada sekitar 30 anak yang telah bergabung di Gen Hijau. Mereka yang bergabung berasal dari beberapa sekolah diantaranya SMKN 6 Malang, SMKN 11 Malang, SMPN 11 Malang dan SMPN 18 Malang. Kedepan ada beberapa sekolah lagi yang kami targetkan siswanya untuk ikut bergabung, termasuk siswa Sekolah Dasar,” ucapnya, kepada Cendana News.

Terkait program kerja Gen Hijau, selain terlibat aktif dalam kegiatan hari-hari besar lingkungan seperti hari bumi, hari lingkungan hidup sedunia dan hari ozon. Kaum milenial ini tengah giat melakukan kampanye mengurangi sampah plastik. Tidak hanya melalui aksi nyata di lapangan, mereka juga mengkampanyekan pengurangan sampah plastik melalui akun media sosialnya masing-masing.

“Mereka juga melakukan konservasi tanaman langka dengan melakukan penanaman pohon pulai di beberapa kawasan. Tanggal 13 Juni mendatang mereka akan kembali melakukan penanaman pohon pulai di Kabupaten Malang,” ujarnya.

Menurut pria yang akrab di sapa Sule ini, selain untuk konservasi, penanaman pohon pulai ini juga sekaligus sebagai upaya penghijauan kawasan perkotaan. Terlebih, pohon pulai memiliki jenis perakaran akar tunggang sehingga akarnya tidak akan merusak bangunan di sekitarnya.

“Jadi Gen Hijau ini tidak hanya berbicara tentang penanganan sampah saja, tetapi juga sudah bisa berbicara tentang konservasi tanaman. Karena memang mereka ini yang nantinya akan menjadi agen lingkungan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar dapat bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Pengurus DPW HPAI Malang Raya, Faried Syafii, M.Pd, menjelaskan terkait kegiatan konservasi tanaman Pulai, di lokasi konservasi, Sabtu (5/6/2021). -Foto: Agus Nurchaliq

Senada, pengurus DPW HPAI Malang Raya Bidang Aksi lingkungan dan kompetensi, Faried Syafii, M.Pd, mengatakan, kegiatan konservasi tanaman pulai memang perlu dilakukan, terlebih tanaman dengan nama botani Alstonia scholaris ini memiliki banyak manfaat.

“Kayunya dapat digunakan untuk bahan pembuatan perabot rumah tangga atau perkakas. Sedangkan kulit kayu, getah hingga daunnya dapat digunakan sebagai obat tradisional seperti mengobati penyakit kulit, demam, hingga malaria,” ucapnya seraya menandaskan, bagi lingkungan, pohon pulai sangat cocok untuk penghijauan kawasan perkotaan.

Lebih lanjut Faried menambahkan, terkait Gen Hijau, para anggotanya memang dibina untuk mencintai lingkungan. Supaya kaum milenial tidak hanya bisa bicara saja, tapi juga ada aksinya.

“Jangan sampai mereka cuma punya ide ini itu tapi tidak melakukan aksi sama sekali. Karenanya anak-anak milenial ini harus kita rangkul agar nantinya bisa menjadi pionir dalam melakukan aksi-aksi lingkungan.

Kami yakin anak-anak muda ini mempunyai semangat, tenaga dan ide yang luar biasa untuk melakukan aksi itu,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu anggota Gen Hijau, Vivin Nur Khulaida, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari Gen Hijau. Karena dari komunitas ini dia bisa banyak belajar tentang lingkungan.

“Di Gen Hijau ini kami bisa ikut terjun langsung dalam aksi-aksi lingkungan mulai dari konservasi tanaman, penghijauan, dan kampanye pengurangan sampah plastik,” pungkasnya.

Lihat juga...