Generasi Muda Patut Mencontoh Karakter Presiden Soeharto

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BOGOR – Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Judi Wahyudin, M.Hum, menyatakan, ia mengenang Presiden Soeharto sebagai seorang negarawan yang rendah hati. Salah satu karakter Presiden Soeharto ini mampu menginspirasi generasi selanjutnya dalam menerapkan berbagai langkah, untuk tetap dapat mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Mulai dari menerima estafet kepemimpinan, meletakkan dasar-dasar kebangsaan dan menjadikan negara ini sejajar dengan bangsa-bangsa lain, semua itu dilakukan dengan rendah hati. Tapi, juga hanya menganalogikan dirinya sebagai sebutir pasir. Ini terlihat dalam pernyataannya pada 10 tahun peringatan Bapak Pembangunan di tahun 1993. Analogi tersebut jelas menunjukkan kerendahan hati beliau,” kata Judi dalam sambutan di acara dialog Refleksi 100 Tahun HM Soeharto, yang disiarkan secara online dari Museum Kepresidenan Balai Kirti Bogor, Selasa (22/6/2021).

Karakter rendah hati ini, tentu sangat menarik jika ada pada seorang pemimpin.

“Sikap rendah hati inilah yang harus dicontoh oleh generasi selanjutnya dalam memberikan sumbangsih pada negara. Dan kalau kita simak, tak hanya rendah hati saja, tapi Pak Harto juga dikenal sebagai smiling general yang mengindikasikan beliau memang sebagai orang yang cool dan tenang,” ucapnya lagi.

Ketenangan Presiden Soeharto ini merupakan suatu hal yang langka saat ini, dimana masyarakat semakin reaktif dalam menyikapi berbagai masalah atau pernyataan yang timbul.

“Ciri khas beliau ini, menunjukkan sifat beliau yang mampu menyikapi berbagai hal kompleks dengan ketenangan yang luar biasa dan secara arif bijaksana. Hal ini adalah capaian yang sangat luar biasa,” tutur Judi.

Keramahan dan passion Pak Harto di bidang pertanian juga menjadi hal yang tak dapat dihilangkan dari kenangan kepemimpinannya.

“Kalau kita ingat, dahulu beliau duduk dengan ciri khas topi dikelilingi oleh para petani, terlihat sekali keramahan dan pemahaman Pak Harto tentang hal-hal pertanian. Hingga Indonesia pun dikenal sebagai negara yang mampu mendukung negara lain di bidang pangan,” tuturnya.

Belum lagi berbagai kebijakan strategis yang dikeluarkan Pak Harto, yang hingga sekarang masih terasa manfaatnya.

“Bagaimana dulu beliau mengeluarkan kebijakan KB dan lingkaran biru. Dan itu memang langkah strategis yang sangat tepat untuk menjaga populasi penduduk,” kata Judi.

Atau kebijakan terkait Satelit Palapa yang merupakan cikal bakal sarana komunikasi bagi seluruh wilayah Indonesia yang berbentuk kepulauan.

“Berbagai sifat dan pemikiran beliau ini akan menjadi inspirasi dan value yang tak akan lekang oleh zaman. Sebagai generasi penerus, kita harus menjaga karakter terbaik dan nilai positif beliau hingga bisa menjadi inspirasi untuk generasi selanjutnya,” ucapnya.

Judi juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada keluarga besar HM Soeharto yang mengizinkan menyajikan materi terkait refleksi 100 tahun HM Soeharto.

“Dialog ini dilakukan untuk kita semua agar tetap dapat mempertahankan NKRI. Dengan mendengar apa yang disampaikan Bapak Try Sutrisno, pihak akademisi dari Universitas Trilogi, Kepala Istana Bogor, Bapak Mahpudi serta kurator dari Museum Purna Bhakti, akan menjadi inspirasi dan energi positif dalam menjaga negara,” pungkasnya.

Lihat juga...