Gerakan Dokter Tani, Kenalkan Padi Inpago Unsoed 1 kepada Petani

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Guna menyiasati kondisi lahan pertanian di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas yang mengalami keterbatasan air pada musim tanam kedua dan ketiga, serta terus menurunnya tingkat kesuburan tanah, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengadakan gerakan dokter tani di wilayah tersebut dengan mengenalkan padi varietas unggul, Inpago Unsoed 1.

Dyah Susanti yang merupakan salah satu peneliti dari Fakultas Pertanian Unsoed mengatakan, selain minim air, kondisi lahan pertanian di Desa Pliken juga terus menurun tingkat kesuburannya karena aktivitas industri batu bata di desa tersebut.

“Banyaknya aktivitas pembuatan batu bata ini membuat hilangnya lapisan top soil menyebabkan daya dukung tanah bagi produksi tanaman semakin menurun. Karena itu kita menyarankan agar menanam padi kualitas unggul Inpago Unsoed 1 yang bisa tetap tumbuh di lahan kering dan minim air,” jelasnya, Senin (14/6/2021).

Peneliti dari Fakultas Pertanian Unsoed, Dyah Susanti di Banyumas, Senin (14/6/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Lebih lanjut Dyah menjelaskan, padi Inpago Unsoed 1 mempunyai keunggulan, antara lain bersifat amfibik, yaitu unggul di lahan sawah dan berdaya hasil tinggi di lahan kering, efisien hara dan responsif pupuk organik. Diharapkan dengan menanam padi tersebut, para petani di Desa Pliken dapat meningkatkan produksi padi secara berkelanjutan.

Kualitas hasil padi Inpago Unsoed 1 yang memiliki rendemen tinggi, lanjutnya, membuat nasi yang dihasilkan bertekstur pulen dan wangi. Sehingga dipastikan akan lebih laku di pasaran dan mendatangkan keuntungan bagi petani, karena harga jualnya yang tinggi.

Dalam program dokter tani ini, pihaknya juga bekerja sama dengan Teaching Industry Unsoed, dimana hasil panen petani nantinya dipanen akan diolah dan dipasarkan lebih lanjut sebagai beras premium. Dan pada musim tanam berikutnya, akan dikembangkan  produksi padi berkelanjutan memanfaatkan varietas-varietas unggul padi Unsoed yang tidak hanya berproduksi tinggi tetapi juga fungsional, diantaranya varietas unggul padi protein tinggi, Inpago Unsoed Protani dan Inpari Unsoed

“Padi sawah protein tinggi ini memiliki daya hasil tinggi, kualitas hasil dan kandungan gizi, sehingga sangat tepat dikembangkan dalam peningkatan kesejahteraan petani baik dari aspek produksi, ekonomi, pangan maupun kesehatan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas, Jaka Budi Santosa mengatakan, pihaknya berharap program tersebut dapat dilakukna secara berkelanjutan, sehingga para petani di Desa Pliken bisa terangkat kesejahteraannya.

“Dengan adanya pemanfaatan inovasi teknologi varietas unggul padi protein tinggi ini, selain mengangkat kesejahteraan petani, juga akan mampu meningkatkan ketahanan pangan kita,” ucapnya.

Lihat juga...