Harga Emas Naik 0,9 Dolar Setelah Inflasi AS Dilaporkan Lebih Tinggi

Ilustrasi emas batangan - Foto Ant
CHICAGO – Harga emas merayap naik, pada akhir perdagangan Kamis (10/6/2021) waktu Amerika Serikat atau Jumat (11/6/2021) WIB pagi. Hal itu memperpanjang terjadinya kenaikan untuk hari kedua secara beruntun.
Kenaikan tersebut terjadi, setelah data menunjukkan, harga-harga konsumen di AS bulan lalu meningkat lebih tinggi dari yang diperkirakan. Namun kondisi itu, mengurangi kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan mengurangi dukungan moneternya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, naik tipis 0,9 dolar AS atau 0,05 persen, menjadi ditutup pada 1.896,40 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu (9/6/2021), emas berjangka terdongkrak 1,1 dolar AS atau 0,06 persen menjadi 1.895,50 dolar AS per ounce.

Emas berjangka jatuh 4,4 dolar AS atau 0,23 persen menjadi 1.894,40 dolar AS pada Selasa (8/6/2021), setelah bertambah 6,8 dolar AS atau 0,36 persen menjadi 1.898,80 dolar AS pada Senin (7/6/2021), dan melonjak 18,7 dolar AS atau satu persen menjadi 1.892 dolar AS pada Jumat (4/6/2021).

Data menunjukkan, harga-harga konsumen AS meningkat lebih lanjut pada Mei karena pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dari pandemi, mendorong permintaan domestik. Klaim pengangguran mingguan juga turun ke level terendah, dalam hampir 15 bulan. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (10/6/2021), indeks harga konsumen AS melonjak 5,0 persen pada Mei. Hal itu jika dibandingkan dengan kondsi setahun sebelumnya, dan menandai kenaikan besar keempat berturut-turut dengan level tertinggi sejak 2008.

Federal Reserve AS berpendapat, inflasi saat ini bersifat sementara karena masalah pasokan yang disebabkan oleh COVID-19 dan akan mereda dalam beberapa bulan ke depan. Departemen Tenaga Kerja juga melaporkan, klaim pengangguran awal dalam pekan yang berakhir 5 Juni berada di 376.000, lebih rendah dari 385.000 yang tidak direvisi pada minggu sebelumnya.

“Fakta penting (dari data inflasi) adalah, pasar ini sangat percaya bahwa Federal Reserve AS tidak akan mengubah sikapnya dalam waktu dekat dan pedoman (kebijakan akomodatif) untuk emas tetap ada,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

Lebih lanjut Moya menyebut, beberapa tekanan harga tetap ada untuk emas, tetapi pada akhirnya keyakinan, bahwa inflasi dapat dicapai dengan mudah, dapat memicu pengetatan kebijakan Fed. “Tidak mungkin membuat emas tetap didukung,” tandasnya.

Investor juga memperhatikan janji Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mempertahankan aliran stimulus yang stabil selama musim panas, pada pertemuan kebijakannya. “Kami memperkirakan harga emas akan bergerak lebih tinggi dalam beberapa minggu mendatang, dan ekspektasi inflasi akan tetap menjadi titik fokus,” kata Suki Cooper, seorang analis di Standard Chartered.

Dia juga menyebut, pertumbuhan selera investor baru-baru ini telah lebih dari mengimbangi permintaan emas fisik yang lemah, terutama dari India dan China. Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 2,9 sen atau 0,1 persen, menjadi ditutup pada 28,031 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 5,8 dolar atau 0,5 persen, menjadi ditutup pada 1.146 dolar AS per ounce. (Ant)
Lihat juga...