Harga Jaring Mahal, Nelayan di Flotim Memilih Jahit Sendiri

Editor: Makmun Hidayat

LARANTUKA — Mahalnya harga jaring yang biasa dipergunakan nelayan di Kabupaten Flores Timur (Flotim) Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat nelayan di wilayah ini lebih memilih menjahit jaring sendiri daripada membelinya di toko.

 

“Nelayan lebih memilih membeli senar di toko dan menjahitnya sendiri daripada membeli jaring yang sudah jadi,” kata Abubakar, nelayan asal Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur,  saat dihubungi, Selasa  (22/6/2021).

 

Abubakar mengatakan, harga jaring ukuran 2,5 inch dan 3 inch satu pcs sepanjang 100 meter dijual dengan harga Rp2 juta lebih belum termasuk dengan pemberat dan pelampungnya.

 

Abubakar, nelayan, saat ditemui di Desa Kalike, Kecamatan Solor Selatan, Senin (14/6/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Ia menambahkan, bila harus menjahitnya sendiri, jaring dengan ukuran dan panjang yang sama membutuhkan biaya sekitar Rp1 juta sehingga banyak nelayan yang memilih menjahitnya sendiri.

“Kalau dihitung-hitung, lebih baik menjahitnya sendiri karena lebih murah. Jaring yang dijahit sendiri menggunakan senar apabila rusak maka mudah dijahit lagi,” ucapnya.

 

Abubakar mengakui, dirinya pun sering diminta bantuan nelayan lainnya di Pulau Adonara bahkan Pulau Solor untuk menjahit jaring milik mereka dengan harga 1 pcs Rp500 ribu.

 

Dia mengaku, satu pcs kalau dijahit  baru,dua hari bisa selesai kalau seluruh bahannya tersedia sementara untuk menjahit jaring yang robek membutuhkan waktu seminggu.

 

“Sejak kecil melaut dan terbiasa menjahit sendiri jaring yang rusak sehingga sering diminta nelayan lain untuk menjahit jaring miliknya. Kalau jaringnya rusak parah lebih baik menjahit baru saja,” ungkapnya.

 

Nelayan Desa Sulengwaseng,Kecamatan Solor Selatan, Wilhelmus Melur mengakui dirinya mendapatkan bantuan kapal nelayan ukuran 5 Gross Ton dari Dinas Perikanan Kabupaten Flores Timur.

 

Mus mengatakan, dirinya hanya mendapatkan bantuan kapal saja dan tidak dilengkapi bantuan alat tangkap seperti jaring dan lainnya sehingga dirinya harus membeli sendiri.

 

“Saya ada minta bantuan teman untuk membeli jaring agar saya bisa melaut. Paling-paling hasil tangkapan dibagi dengan pemilik jaring juga daripada saya tidak bisa melaut,” ucapnya.

 

Mus mengaku tidak memiliki dana untuk membeli jaring sehingga kapalnya lebih banyak ditambatkan saja karena untuk melaut pun harus menyiapkan dana buat beli bahan bakar.

Lihat juga...