Hari Lahir Pancasila, Bendera Merah Putih Jarang Berkibar di Bekasi

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Hari Lahir Pancasila, Selasa 1 Juni 2021, di Kota Bekasi, Jawa Barat, didapati masih banyak masyarakat tidak mengibarkan bendera merah putih satu tiang penuh. Padahal imbauan terkait hal tersebut telah disampaikan Kementerian Dalam Negeri secara resmi melalui Surat Edaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 04 Tahun 2021.

Bahkan terpantau Cendana News di lapangan seperti pada  beberapa instansi pemerintah meliputi kantor kecamatan dan kelurahan di Kota Bekasi terlihat tidak memasang sama sekali bendera merah putih satu tiang penuh. Terlihat tiang bendera  di halaman kantornya bertepatan dengan hari lahir Pancasila hari ini kosong.

Hal tersebut seperti terlihat di halaman kantor Kelurahan Bantargebang dan kantor Kecamatan Rawalumbu, tidak terlihat bendera merah putih berkibar. Kemungkinan hal tersebut karena hari ini merupakan hari libur.

Namun berbeda dengan pertokoan swasta seperti dealer dan SPBU terlihat memasang bendera merah putih. Hanya ada satu SPBU V Power tidak memasang bendera merah putih. Bahkan pantauan di lapangan salah satu kantor partai politik di Jalan Raya Siliwangi tidak memasang bendera merah putih.

Menanggapi fenomena lunturnya semangat nasionalisme tersebut, sejarawan Kota Bekasi, Ali Anwar mengakui kemungkinan pesan dari pemerintah pusat melalui kementerian dalam negeri untuk memasang bendera merah putih penuh, tidak sampai ke masyarakat.

Ali Anwar sejarawan Kota Bekasi, dikonfirmasi Cendana News terkait fenomeno lunturnya rasa nasionalisme di Hari Lahir Pancasila banyak warga tidak memasang bendera merah putih, Selasa (1/6/2021). -Foto M. Amin

“Bisa juga saat ini wibawa pemerintah tidak bagus lagi seperti era Orde Baru. Dulu meski tidak ada imbauan, masyarakat serentak memasang bendera merah putih saat Hari Pancasila atau hari nasional lainnya,”ujar Ali Anwar kepada Cendana News, mengakui generasi sekarang berbeda, Senin (1/6/2021`).

Namun demikian Ali Anwar juga menduga bahwa masyarakat sudah capai dan jenuh dengan kondisi kesulitan yang terjadi akibat pandemi Covid-19. Jangankan untuk beli bendera, untuk keseharian saja susah.

Menurutnya, minimnya kesadaran mengibarkan bendera, seperti Hari Lahir Pancasila atau HUT RI setiap 17 Agustus merupakan efek domino dari pemerintah sendiri yang membatasi pelajaran sejarah di sekolah.

“Pemerintah di Hari Pancasila begini harusnya berilah bonus kepada masyarakat, untuk kepentingan paling mendasar komunikasi, ketika dampak dihapuskannya Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) yang diganti pelajaran sejarah begitu saja, bahkan jamnya itu kian dipersempit, untuk guru memberi materi,” ujarnya mengaku yang terjadi sekarang efek dari pemerintah sendiri.

Dia menilai semangat nasionalisme seperti G30S/PKI dihapus. Sejarah itu di negara maju untuk menumbuhkan rasa nasionalisme ada semacam kerapuhan pelajaran sejarah.

Diketahui dalam Surat Edaran (SE) Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 04 Tahun 2021 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 poin (d). Dalam surat edaran itu menyebutkan “Seluruh perkantoran dan seluruh komponen masyarakat Indonesia mengibarkan Bendera Merah Putih selama 1 (satu) hari pada tanggal 1 Juni 2021.” Tema Peringatan pada tahun ini adalah Pancasila dalam Tindakan, Bersatu untuk Indonesia Tangguh.

Selain surat edaran, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam radiogram bernomor 019.1/3214/SJ, kepala daerah juga diminta mengajak semua lapisan masyarakat untuk mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila yang dilaksanakaan secara virtual melalui siaran langsung di kanal Youtube Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, laman Facebook Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Instagram Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

Selain itu, upacara juga disiaran TVRI dari kantor/ruang kerja/rumah/tempat tinggal masing-masing dengan tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19.

Lihat juga...