Hari Pertama Pembatasan Jam Operasional Masih Banyak Dilanggar Pedagang

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Pemberlakuan aturan pembatasan jam operasional yang mulai diterapkan hari ini, Kamis (24/6/2021) di wilayah Kabupaten Banyumas, masih banyak dilanggar oleh para pedagang. Hingga pukul 16.00 WIB, masih banyak pedagang di Pasar Wage Purwokerto yang berjualan, padahal dalam aturan jam berjualan dibatasi pukul 14.00 WIB.

Para pedagang Pasar Wage yang mangkal di sepanjang Jalan Vihara ini biasa menggelar lapak dagangannya hingga sore hari. Bahkan ada penjual sayuran yang berjualan selama 24 jam. Sehingga aturan pembatasan jam operasional hingga pukul 14.00 WIB sulit untuk dipatuhi.

“Dagangan saya masih banyak, kalau harus tutup pukul 14.00 WIB, terlalu banyak yang harus dibawa pulang lagi,” kata salah satu penjual buah, Slamet.

Menurutnya, pembatasan jam operasional di pasar tradisional sangat merugikan pedagang. Apalagi Pasar Wage merupakan salah satu pasar terbesar di Kabupaten Banyumas yang selama ini dikenal tidak pernah tutup hingga 24 jam. Aktivitas di pasar masih terus berjalan hingga dini hari.

Slamet mengaku, dalam beberapa pekan terakhir, dagangan sepi pembeli, padahal ia membuka lapak hingga sore hari. Sehingga jika harus tutup pukul 14.00 WIB, tentu akan semakin sedikit hasil yang diperolehnya dari berjualan.

“Buah-buahan itu daya tahannya tidak lama, hanya 2-4 hari, jadi kalau setiap hari stok menumpuk, maka saya akan rugi besar, buah-buahan akan banyak yang membusuk,” tuturnya.

Hal serupa juga disampaikan penjual sayuran, Wati. Hingga sore hari, dagangannya masih tersisa cukup banyak dan pembeli yang datang juga masih ada, sehingga ia memilih untuk tetap buka.

“Pelanggan saya memang kebanyakan berbelanja pada sore hari, jadi ya tetap buka saja sampai sore,” kata Wati yang mengaku sudah mengetahui aturan pembatasan jam operasional pasar tradisional.

Penjual buah di Pasar Wage Purwokerto, Slamet, Kamis (24/6/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Meskipun begitu, beberapa pedagang juga ada yang tertib mematuhi aturan dan sudah menutup lapak dagangannya sejak pukul 14.00 WIB. Hanya saja jumlahnya tidak banyak dan lebih banyak yang masih tetap buka.

Sebagaimana diketahui bupati Banyumas sudah mengeluarkan surat edaran (SE) terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19, dimana salah satu poin dalam SE adalah pembatasan jam operasional pasar tradisional hingga pukul 14.00 WIB. Aturan pembatasan jam operasional kembali diberlakukan mengingat kasus Covid-19 kembali meningkat di Banyumas.

“Dalam satu hari penambahan angka positif bisa di atas 100 orang, ini perlu kita antisipasi supaya tidak meledak lagi, karena itu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro kita berlakukan lagi, termasuk pembatasan jam operasional pasar tradisional,” kata Husein.

Lihat juga...