Hobi Burung Kicau Tak Terpengaruh Covid-19, Pedagang Raup Untung

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Pandemi covid-19, rupanya relatif tidak berpengaruh pada hobi masyarakat untuk memelihara burung kicau. Hal tersebut pun berdampak positif kepada para pedagang, terutama penyedia perlengkapan.

Hal tersebut diakui, Muslimah, warga Tembalang Semarang, yang sehari-hari berjualan pakan burung, seperti kroto, jangkrik, palet, hingga perlengkapan kebutuhan lain seperti kandang atau sangkar, vitamin burung, tempat air dan lainnya.

“Bagi masyarakat yang sudah memelihara burung sebelum ada pandemi, mereka tidak berpengaruh. Mereka tetap datang untuk membeli kebutuhan peliharaan mereka, seperti pakan dan vitamin, namun untuk penghobi baru memang tidak bertambah,” paparnya, saat ditemui di sela berjualan di lapak miliknya, Selasa (1/6/2021).

Namun kini seiring waktu, penjualan sudah relatif kembali seperti semula. Justru bisa dibilang semakin meningkat, karena penghobi burung kicau juga bertambah.

“Mungkin karena awal-awal mereka banyak yang dirumah, jadi untuk mengisi waktu, setelah bekerja, dengan mulai menekuni hobi baru. Termasuk memelihara burung kicau. Hasilnya penjualan perlengkapan burung juga kembali ramai,” terangnya.

Menawarkan konsep one stop service, hampir semua kebutuhan para pecinta burung kicau, dapat dipenuhinya. Mulai dari kebutuhan pakan, mulai pakan hidup seperti ulat hongkong, jangkrik, kroto hingga cacing tanah, ataupun pakan berupa biji-bijian atau pelet.

Ada juga perlengkapan kandang, tempat bertelur, wadah air, wadah pakan, kayu tangkringan burung dan banyak lainnya.

“Itemnya banyak, karena beda jenis burung kicau, pakannya beda. Kandangnya juga beda, modelnya berbeda-beda tergantung selera, bahkan untuk kayu tangkringan pun berbeda,” tambahnya.

Soal harga pun bervariasi, tergantung kualitas. Misalnya untuk kandang burung dari bahan kawat dijual mulai dari harga Rp150 ribu, sementara untuk kadang kayu mulai dari Rp85 ribu. “Bermacam-macam, tergantung jenis bahan. Misalnya kandang kayu untuk perkutut, bisa mencapai Rp250 ribu untuk kualitas bagus,” ungkapnya.

Dirinya pun berharap kondisi saat ini terus bisa stabil , atau semakin meningkat, sehingga usaha tersebut bisa terus berjalan.

Sementara, salah seorang pembeli Nurdiyanto memaparkan, di tengah pandemi covid-19, hobi memelihara burung kicau malah ditekuninya.

“Awalnya karena WFH, bingung kegiatan apa, karena waktu itu ada pembatasan sosial, sehingga memutuskan memelihara burung kicau. Sampai sekarang malah jadi keterusan,” papar pemilik burung jenis love bird dan parkit tersebut.

Dipaparkan kebutuhan terbesar untuk memelihara kedua jenis burung tersebut berupa pakan.

“Seminggu bisa satu botol pakan, namun untuk lovebird dan parkit, termasuk terjangkau karena hanya biji-bijian. Dibanding jenis burung lain seperti jalak, yang butuh pakan hidup. Itu sebabnya saya memilih keduanya, karena lebih praktis,” pungkasnya.

Lihat juga...