Hotel Berstandar CHSE Lebih Diminati Masyarakat

JAKARTA  – Masyarakat lebih tertarik untuk mengunjungi tempat-tempat wisata, hotel dan juga restoran yang sudah memiliki sertifikat CHSE agar merasa lebih aman dan nyaman.

Pemerintah telah memberlakukan protokol kesehatan berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) pada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang mencakup tempat wisata, hotel, restoran, toilet umum, penjualan oleh-oleh dan lainnya.

Ketua Umum Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani, mengatakan sertifikat ini sangat mempengaruhi penjualan hotel. Kini hal tersebut menjadi pertimbangan pertama untuk memilih hotel dan destinasi wisata.

“Iya pasti. Orang untuk merasa lebih yakin, itu pengaruh banget, pengaruhnya besar,” kata Hariyadi  pada Rabu.

“Contohnya di Medan, yang ramai malah hotel bintang lima padahal lebih mahal, tapi mereka lebih percaya kalau mereka akan menerapkan CHSE dengan benar,” lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO), Pauline Suharno yang mengatakan bahwa agen travel lebih percaya diri dalam menjual produk jika rekanannya sudah memiliki standar CHSE. Para konsumen pun rata-rata selalu menanyakan perihal penerapan CHSE pada destinasi yang akan dituju.

“Dengan standar CHSE, kita jadi lebih nyaman untuk menjual (produk pariwisata) dan klien juga jadi merasa lebih nyaman,” kata Pauline.

Pauline juga mengatakan alasan Bali menjadi destinasi yang paling banyak dikunjungi selama pandemi COVID-19. Menurutnya, kebanyakan hotel di Bali sudah menerapkan standar CHSE.

“Di Bali mereka lebih convenience aja dan rata-rata sudah memenuhi standar CHSE jadi lebih nyaman,” ujar Pauline.

“Sekarang kalau liburan kan lebih ke keluarga inti, untuk family Bali lebih banyak dipilih karena ada pantai, udara terbuka, biarupun cuma di hotel pun hotel-hotel di Bali lebih nyaman buat stay cation aja,” imbuhnya. (Ant)

Lihat juga...