Ini Syarat Calon Peserta Didik dari Jalur Afirmasi pada PPDB Jateng 2021

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Plt Sekretaris Disdikbud Jateng, Padmaningrum, saat dihubungi di Semarang, Kamis (24/6/2021). Foto Arixc Ardana

SEMARANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, memberikan jalur khusus pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMAN/SMKN tingkat Jateng 2021, bagi calon peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu, serta putera puteri tenaga kesehatan dan tenaga pendukungnya yang menangani covid-19.

“Pada PPDB Jateng 2021 untuk jenjang SMA/SMK, kita berikan jalur afirmasi, yakni wajib diterima di sekolah yang dituju, bagi peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu, termasuk mereka yang berasal dari panti asuhan,” papar Plt Sekretaris Disdikbud Jateng, Padmaningrum saat dihubungi di Semarang, Kamis (24/6/2021).

Tidak hanya itu, jalur tersebut juga terbuka bagi calon peserta didik yang merupakan putera puteri dari tenaga kesehatan dan tenaga pendukungnya yang menangani pasien covid-19 secara langsung, atau melakukan pengamatan, penelusuran kasus covid-I9 dengan kontak langsung pasien.

“Calon peserta didik yang wajib diterima melalui Jalur Afirmasi ini, paling sedikit 20 persen dari daya tampung satuan pendidikan, dengan pembagian kuota untuk anak nakes maksimal lima persen. Namun jika tidak terpenuhi, karena memang yang mendaftar kurang dari ketentuan tersebut, maka sisa kuota akan diberikan untuk jalur zonasi umum,” lanjutnya.

Diterangkan, untuk bisa mendaftar melalui jalur afirmasi ini, bagi calon peserta didik baru yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu, dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP/PP) atau terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sedangkan anak panti asuhan ditetapkan oleh Dinas Sosial Provinsi Jateng.

Padmaningrum menjelaskan, anak nakes yang bisa mengikuti jalur afirmasi tersebut, juga harus memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan Dinas Kesehatan Jateng.

Meliputi, tenaga kesehatan yang melayani pasien covid-19 di rumah sakit, nakes yang bekerja di Laboratorium Kesehatan yang memeriksa spesimen, nakes yang melakukan penelusuran kasu, pemantauan isolasi mandiri atau wisma karantina atau pengambilan spesimen (swab).

“Calon peserta didik yang merupakan anak dari kader Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang melaksanakan penelusuran kasus covid-19, juga bisa menggunakan jalur afirmasi ini. Bagi nakes yang bertugas di luar kota, namun masih tercatat sebagai warga Jateng, juga dapat memanfaatkan jalur khusus ini,” tandasnya.

Apabila jumlah calon peserta didik putera/puteri tenaga kesehatan dan tenaga pendukung yang menangani langsung pasien covid-l9, melebihi lima persen dari jumlah daya tampung satuan pendidikan, maka dispensasi ditentukan berdasarkan urutan prioritas.

“Jika ternyata melebihi kuota, maka akan dilakukan seleksi berdasarkan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah pilihan, yang diukur berdasarkan radius domisili alamat pada kartu keluarga Calon Peserta Didik yang bersangkutan tinggal ke Satuan Pendidikan pilihan yang berdasar pada Dapodik. Jika ternyata ada yang sama, maka akan diseleksi berdasarkan usia calon peserta didik, yang lebih tua berdasarkan akta kelahiran yang diutamakan,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Plt Kepala Disdikbud Jateng, Hari Wuljanto. Dipaparkan, jalur afirmasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan dari Pemprov Jateng, bagi para nakes yang selama ini berjuang dan menjadi garda terdepan dalam penanganan covid-19.

“Termasuk juga afirmasi bagi calon peserta didik dari keluarga miskin dan panti asuhan, diharapkan mereka nantinya tetap bisa mendapat pendidikan dengan baik. Kedepannya, mereka ini juga diharapkan dapat memutus angka kemiskinan, melalui peningkatan pendidikan,” tandasnya.

Lihat juga...