Inilah Cara Merawat Tanaman Anggrek Bulan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Keindahan warna dan corak bunga menjadi keutamaan tanaman anggrek bulan atau bernama latin phalaenopsis amabilis.

Anggrek bulan merupakan salah satu tanaman bunga hias yang paling populer dan banyak dicari peminat tanaman hias. Warna-warna anggrek bulan yang sangat cantik membuat tampak indah dan menarik, menghiasi ruangan rumah maupun taman.

Pengusaha anggrek, Jaka Purwanta mengatakan, agar hasil dan perkembangan dari bunga anggrek ini maksimal diperlukan perawatan yang maksimal.

Jaka Purwanta, pengusaha anggrek saat ditemui di Kavling 21 Upasarawulung Orchid di area Taman Anggrek Indonesia Permai (TAIP), Jakarta Timur, Senin (21/6/2021). Foto: Sri Sugiarti.

Karena bunga anggrek bulan ini merupakan salah satu jenis tanaman hias yang cukup mahal jika dibandingkan jenis tanaman hias lainnya. Sehingga agar tidak merugi diperlukan perawatan maksimal.

“Cara merawat anggrek bulan ini, tidak sulit hanya saja dibutuhkan ketelitian, keuletan dan kesabaran agar bunga anggrek bulan tidak mengalami kerusakan, selalu indah dan cantik,” ujar Jaka, kepada Cendana News ditemui di area Taman Anggrek Indonesia Permai (TAIP), Jakarta Timur, Senin (21/6/2021).

Bunga anggrek bulan memiliki berbagai varian warna. Seperti putih, merah, kuning, ungu, pink dan merah kecoklatan.

Agar keindahan warna dan corak dari anggrek bulan tumbuh dengan baik, maka diperlukan perawatan yang maksimal.

“Dalam budidaya anggrek bulan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada perkembangan bunga ini. Yakni, sinar matahari, suhu udara, penyiraman, dan pemupukan,” ujar Jaka Purwanta, pedagang anggrek kepada Cendana News ditemui di area Taman Anggrek Indonesia Permai (TAIP), Jakarta Timur, Senin (21/6/2021).

Cara merawat anggrek bulan, jelas dia, pertama perhatikan kondisi sinar matahari yang akan menyinari tanaman ini. Karena anggrek ini tidak terlalu membutuhkan sinar matahari yang terik.

Jika terlalu banyak sinar matahari, justru akan menghambat pertumbuhan anggrek bulan. Salah satu tanda yang bisa dijadikan indikator untuk mengetahui apakah anggrek bulan mendapatkan sinar matahari yang cukup bisa dilihat dari warna daunnya.

Yakni sebut dia, jika warna daun dari anggrek bulan berwarna hijau cerah ini tandanya, tanaman ini sudah mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Namun, jika warna daun dari anggrek bulan berwarna hijau pucat agak kekuningan, tandanya anggrek bulan kurang mendapat sinar matahari.

Selain itu, jika anggrek bulan terlalu banyak menerima asupan sinar matahari, maka warna daunnya akan berubah menjadi cokelat karena terbakar.

“Dari bibit kecil ukuran 1,7 inci perlu pembesaran 8 bulan di udara panas. Setelah 8 bulan di udara panas, bibit yang siap dibungakan dibawa ke kebun anggrek milik saya di daerah Puncak, Jawa Barat. Nah, dari star awal menjadi bunga di kebun itu perlu waktu 4 bulan. Setelah berbunga dibawa lagi ke TAIP, siap dipasarkan,” ujar Jaka.

Perawatan yang harus diperhatikan lagi, yaitu suhu udara dan kelembaban udara. Pada kondisi siang hari, menurutnya, anggrek bulan membutuhkan suhu udara 30 derajat celsius.

Lihat juga...