Jajaran Pimpinan Yayasan Damandiri Kunjungi Bukit Soeharto

Koko Triarko

PONOROGO – Jajaran pimpinan Yayasan Damandiri mengunjungi kawasan objek wisata Bukit Soeharto di pedukuhan-kelurahan-kecamatan Badegan, kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (11/6/2021) pagi.

Kunjungan ini dalam rangka upaya pengembangan bukit bersejarah tersebut sebagai objek wisata, pengungkit ekonomi warga setempat. Bukit Soeharto di desa Badegan, Ponorogo, saat ini telah menjelma menjadi kawasan objek wisata alam dengan wahana permainan anak, seluas hampir enam hektare. Bukit yang merupakan lahan milik PERHUTANI ini melalui sinergi berbagai pihak dan masyarakat, dikembangkan menjadi objek wisata sejak 2019.

Kepala Desa Badegan, Didik Suyanto, mengatakan Bukit Soeharto semula adalah lahan kering yang dihijaukan oleh Presiden Soeharto pada 1978. Namun karena saat itu kondisi belum sebaik sekarang, penghijauan yang dilakukan di zaman Soeharto belum maksimal.

“Tempat pertama kali Presiden Soeharto menanam pohon, sekarang dibuat menjadi monumen,” kata Didik Suyanto, di sela mendampingi kunjungan jajaran pimpinan Yayasan Damandiri di Bukit Soeharto, Jumat (11/6/2021).

Didik mengatakan, pihaknya sangat antusias menyambut kedatangan para pimpinan yayasan, karena dari kepedulian yayasan itulah pengembangan Bukit Soeharto bisa terlaksana. “Bukit Soeharto ini dikelola oleh koperasi binaan Yayasan Damandiri, termasuk pendanaan dan pendampingan,” kata Didik.

Jajaran pimpinan Yayasan Damandiri saat meninjau Bukit Soeharto di Dusun Badegan, Ponorogo, Jatim, Jumat (11/6/2021) – Foto Koko Triarko

Sementara itu Ketua Yayasan Damandiri, Letjen (Purn) Soegiono, mengatakan, kedatangannya untuk meninjau langsung Bukit Soeharto, berkaitan dengan penggunaan dana koperasi yang diperuntukkan bagi pemberdayaan masyarakat.

“Ternyata dengan penggunaan dana untuk pengembangan objek wisata Bukit Soeharto, mampu menambah penghasilan warga. Dari semula yang hanya mengandalkan hasil pertanian, kini warga juga bisa berjualan di kawasan objek wisata ini,” kata Soegiono.

Lebih lanjut ketua baru yayasan yang didirikan oleh HM Soeharto itu menegaskan, bahwa tugas yayasan adalah membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kunjungan ini, Letjen (purn) Soegiono didampingi sekretaris yayasan, Firdaus dan Retnosari Widyowati (Mbak Eno), bendahara Siswanto, dan pengawas yayasan Fuad Bawazier. Tampak hadir pula, perwakilan Koperasi Bangun Sejahtera Mandiri (KBSM), selaku holding koperasi binaan yayasan Damandiri, Lasworo Suyono dan Mursito. 

Lihat juga...