Jam Operasional Pasar Ciparay Dibatasi, Pedagang Merugi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANDUNG – Sejak Kabupaten Bandung ditetapkan berstatus siaga satu Covid-19 pada 15 Juni lalu, berbagai kegiatan masyarakat kembali diperketat, termasuk jam operasional di pasar tradisional, yang dibatasi maksimal hingga pukul 12.00 WIB.

“Pastinya karena aturan ini pendapatan kita turun drastis. Biasanya kita masih bisa jualan sampai jam 5 sore, sekarang cuma sampai jam 12 siang saja,” ujar Marni, pedagang sayur di pasar Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (22/6/2021).

Marni, pedagang sayur di pasar Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, saat ditemui di lapak miliknya, Selasa (22/6/2021). – Foto: Amar Faizal Haidar

Marni dan para pedagang lainnya sampai saat ini mengaku belum mendapat informasi, kapan aturan pembatasan jam operasional pasar akan dicabut.

“Waktu itu katanya cuma satu minggu, tapi ini sudah satu minggu lewat, tapi kita masih harus tutup jam 12 siang. Kita berharap aturan ini tidak terlalu lama, karena kita betul-betul jadi kesulitan dan rugi,” tandasnya.

Meskipun status siaga satu Covid-19 di Kabupaten Bandung belum dicabut, namun berdasarkan pantauan Cendana News, kerumunan di pasar Ciparay tetap terjadi.

Menurut Widya Sari, salah seorang pengunjung di pasar Ciparay, pembatasan jam operasional pasar justru yang menjadi memicu timbulnya kerumunan masyarakat.

“Karena pasar itu maksimal bukanya sampai jam 12, jadi masyarakat datangnya ya di jam-jam sebelum itu, akhirnya tumpuk semua mulai pagi,” ungkapnya.

Widya menyebut, kerumunan masyarakat di pasar memang sangat sulit dihindari. Namun yang terpenting, setiap orang wajib menggunakan masker.

“Namanya pasar, mustahil sih tidak berkerumun. Orang tetap harus ke pasar, belanja sayuran buat dimasak, kebutuhan wajib itu. Tapi ya sebaiknya semua pakai masker, kalau perlu yang tidak pakai langsung dihukum saja,” pungkas Widya.

Lihat juga...