Jelang Olimpiade, Greysia/Apriyani Latih Tanding Melawan Ganda Putra 

Ganda campuran bulu tangkis Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjalani latihan teknik satu hari jelang pelaksanaan All England 2021 di Birmingham - Foto Dok Ant

JAKARTA – Pelatih kepala ganda putri Indonesia, Eng Hian, telah menyiapkan program latihan khusus bagi Greysia Polii/Apriyani Rahayu, menjelang perhelatan Olimpiade Tokyo. Salah satunya, dengan menggelar sparring atau latih tanding, melawan ganda putra.

Latih tanding melawan ganda putra disiapkan Eng Hian demi meningkatkan kecepatan dan kekuatan Greysia/Apriyani ketika tampil di Tokyo nanti. “Jadi persiapan untuk Greysia/Apriyani dari dua pekan lalu saya masih fokus ke peningkatan strength  (kekuatan) dan endurance (ketahanan). Fokus stabilisasi daya tahan, konsistensinya untuk bermain dengan durasi yang lebih lama. Saya juga sudah menyiapkan menu sparring dengan ganda putra untuk menambah kecepatan dan kekuatan mereka,” kata Eng Hian, Rabu (9/6/2021).

Didi, sapaan akrab sang pelatih menjelaskan, anak didiknya itu sangat membutuhkan suasana latihan yang kompetitif, guna menjaga kondisi mental. Terutama setelah pembatalan turnamen-turnamen pemanasan jelang Olimpiade. Ganda putri peringkat enam dunia itu tercatat mengikuti hanya tiga turnamen pada tahun ini, Yonex Thailand Open, Toyota Thailand Open, dan BWF World Tour Finals 2020 yang digelar secara beruntun di Bangkok, Januari lalu.

Sayangnya, Greysia/Apriyani gagal bertanding di All Anfgland 2021, setelah seluruh tim Indonesia dipaksa mundur, karena kedapatan satu pesawat dengan suspek COVID-19. Sementara itu, Malaysia Open dan Singapura Open yang seharusnya menjadi dua turnamen terakhir sebelum ke Tokyo juga batal digelar karena meningkatnya jumlah kasus COVID-19 di kedua negara itu.

“Pasti ada pengaruhnya pembatalan turnamen-turnamen itu, terutama untuk kondisi mentalnya. Sebagai atlet kan butuh suasana kompetisi untuk mencoba hasil latihan. Begitu juga pelatih, untuk bisa menilai hasil latihan ini efektif atau tidak. Tetapi nyatanya tidak ada ajang untuk melakukan itu,” tambah Didi.

“Selain itu, kami akhirnya tidak bisa terlalu membaca kekuatan lawan. Tapi berdasarkan hasil turnamen sebelumnya, tanpa mengecilkan negara lain, saya masih melihat persaingan tetap akan dari Jepang, China, dan Korea,” tutup Didi.

Olimpiade 2020 Tokyo berlangsung pada 23 Juli-8 Agustus. Namun, cabang bulu tangkis dijadwalkan digelar pada 24 Juli-2 Agustus di Musashino Forest Sports Plaza, Tokyo. (Ant)

Lihat juga...