Kasus COVID-19 Melonjak, Kawasan Simpanglima Semarang Ditutup

Kendaraan meriam air milik Polda Jateng menyemprotkan air bercampur disinfektan di kawasan Simpanglima Semarang - Foto Dok Ant

SEMARANG – Kawasan lapangan Simpanglima Kota Semarang ditutup sementara dari berbagai aktivitas masyarakat, mulai Kamis (17/6/2021) malam. Kebijakan tersebut diberlakukan, menyusul lonjakan kasus COVID-19 di ibu kota Provinsi Jawa Tengah tersebut.

“Mulai hari ini, semua aktivitas kumpul-kumpul, sepedaan, odong-odong ditutup,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang, Ali, Kamis (17/6/2021).

Selain Lapangan Simpanglima, terdapat dua taman lain yang juga ditutup sementara, Taman Indonesia Kaya dan Taman Bangetayu. Penutupan tiga taman yang merupakan pusat keramaian masyarakat itu, telah dilaporkan kepada Wali Kota Semarang.

Dia mengatakan, ketiga taman itu akan ditutup hingga batas waktu yang tidak ditentukan. “Akan dibuka lagi kalau angka COVID-nya turun,” tandasnya.

Berdasarkan data laman https://siagacorona.semarangkota.go.id hingga pukul 21.00 WIB, jumlah pasien positif COVID-19 di Semarang tercatat mencapai 1.429 orang. Jumlah pasien yang meninggal dunia tercatat 3.343 orang.

Sementara itu, Pemerintah Kota Semarang memilih memprioritaskan agenda vaksinasi COVID-19 bagi para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyebut, vaksinasi sebagai salah satu upaya dalam menghadapi pandemi, selain juga dengan menjalankan protokol kesehatan. “Bagi guru dan pengurus PAUD yang belum divaksin silakan disampaikan, agar nanti bisa dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan untuk diprioritaskan,” katanya.

Wali kota Hendi mengungkapkan, peran penting guru PAUD, termasuk dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya protokol kesehatan. “Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak mutlak dilakukan. Sudah divaksin bukan lantas membuat seseorang menjadi kebal,” tandasnya.

Masih ada orang-orang yang tetap terkena COVID-19, meski sudah divaksin. “Sudah divaksin, merasa kebal, kemudian mengabaikan protokol kesehatan, akhirnya kena COVID,” pungkasnya. (Ant)

 

Lihat juga...