Kaya Kandungan Gizi, Belut Sawah Cukup Diminati di Bekasi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Belut sawah, ternyata cukup diminati di Kota Bekasi, Jawa Barat. Tak heran banyak dijual di tepi jalan meskipun hanya berbungkus plastik putih bening berisikan beberapa ekor dengan harga relatif terjangkau.

Memiliki bentuk yang panjang dan licin ini ternyata hewan sekilas mirip ular tidak bersisik tersebut cukup digemari bagi yang mengetahui nilai gizi yang terkandung di dalam untuk pendamping nasi.

Ismawan, Warga Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, biasa mangkal di Jalan Raya Perwira sebelum pemakaman umum setempat, menawarkan belut yang telah dimasukkan dalam plastik berisikan 8 ekor berbagai ukuran. Sekali mangkal ia bisa terjual hingga puluhan plastik terutama saat jam pulang kerja. Untuk harga, dijual dengan Rp25 ribu.

“Belut, saya cari langsung di sawah, bukan hasil budidaya. Kata pembeli, jika budidaya rasanya berbeda. Mencarinya harus ke luar Kota Bekasi, seperti Karawang atau dari Utara Bekasi,” ungkap Ismawan kepada Cendana News, Selasa (1/6/2021).

Mereka mencari pada malam hari menggunakan lampu penerangan, dikumpulkan lalu di jual. Teknik penyimpanan sudah ada tempat khusus di rumah.

“Belut ini, tahan tidak cepat stress atau mati. Memang biasa di lumpur sawah, tapi disimpan di rumah juga bisa bertahan tapi harus dikasih makan cacing,” jelas Ismawan.

Dikatakan, turun ke sawah mencari belut sudah ada tim tersendiri, tapi untuk tempat mangkal berbeda, pastinya di jalur padat. Sehingga mampu menarik minat pembeli, karena penggemar belut biasanya mereka pulang kantoran.

Untuk mendapatkan belut sawah harus ke wilayah Utara Bekasi, atau berburu sampai ke Karawang. Sawah di wilayah Kota Bekasi belutnya sudah tidak ada karena sudah banyak bahan kimia.

“Wilayah Bekasi Utara sampai Karawang banyak belut di areal sawah. Mencarinya biasa pakai strum, agar mudah menangkapnya,” jelas Ismawan.

M. Budi, salah seorang pembeli mengaku menyukai belut sawah. Menurutnya, belut memiliki kandungan banyak gizi.

“Kalau budidaya rasa belutnya berbeda, tidak gurih. Biasanya digoreng garing, hingga seperti kerupuk,” ujar Budi warga Sepanjang Jaya ini.

Lihat juga...