Keindahan Matahari Tenggelam di Situbondo Jadi Ajang Swafoto Wisatawan Lokal

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SITUBONDO — Sensasi keindahan alam pantai di Situbondo menarik wisatawan lokal untuk sekedar berswafoto menjelang pergantian waktu sore beranjak malam.

Pelabuhan kalbut, menjadi tempat berkumpul warga di sore hari untuk menikmati tenggelamnya matahari, bersama dengan aktivitas kesibukan nelayan pergi mencari ikan.

Anwar, salah satu pengunjung mengatakan, di waktu sore, hari pelabuhan kalbut menjadi ikon berswafoto bersama dengan keluarganya. Pesona terbenamnya matahari memiliki keindahan tersendiri.

“Nuansa alamiahnya terlihat menarik untuk diabadikan dengan berfoto. Selain disuguhkan dengan pemandangan indah, aktivitas nelayan untuk pergi mencari ikan juga menambah daya tarik sebagai objek wisata,” ujar Anwar kepada Cendana News, di wilayah Desa Semiring, Kecamatan Mangaran, Situbondo, Minggu(13/6/21).

Anwar menambahkan, dirinya bersama keluarga merasa senang dengan menikmati waktu sore hari untuk berlibur. Lokasi yang dituju menurutnya tidak terlalu jauh namun tidak kala menarik dengan tempat wisata pantai lainnya.

“Banyak warga yang datang kesini tujuannya untuk berfoto atau sekedar duduk santai. Karena banyak spot tempat yang membuat warga suka datang kesini. Seperti tenggelamnya matahari, kesibukan nelayan berangkat mencari ikan, aktivitas perahu yang datang dan pergi, serta parkir perahu nelayan yang menjadi tontonan menarik untuk refresing,” ucapnya.

Anwar (kiri) menjadikan matahari tenggelam sebagai objek foto yang menarik, saat ditemui di Pelabuhan Kalbut, Situbondo, Minggu(13/6/21). Foto Iwan Feri Yanto

Banyak pengunjung wisatawan lokal yang datang, Anwar mengatakan lokasi pelabuhan kalbut tidak bisa dijadikan tempat untuk sekedar berenang. Karena sejatinya bukan sepenuhnya untuk tempat wisata pantai, karena hanya digunakan aktivitas nelayan mencari ikan.

“Pelabuhan kalbut hanya bisa dinikmati nuansa keindahan alamnya saja. Tidak diperkenankan para wisatawan untuk aktivitas berenang, karena memiliki potensi resiko yang besar, seperti kedalaman air lautnya yang cukup dalam, terdapat bebatuan besar sebagai pemecah ombak. Bagi pengunjung tidak diperkenankan untuk berenang disini,” ujarnya.

Desi, salah satu warga Mangaran mengatakan, setiap menjelang malam, aktivitas warga semakin ramai. Biasanya yang mereka lakukan sekedar untuk berfoto dan duduk santai.

“Fasilitas wisata sebenarnya tidak ada. Karena pantai disini difungsikan untuk pelabuhan perahu nelayan. Namun sesuatu yang membuat menarik sensasi nuansa matahari tenggelam, dan aktivitas nelayan yang pergi mencari ikan di sore hari. Hilir mudik perahu yang membuat senang untuk objek wisata lokal,” ucapnya.

Lihat juga...