Keluarga, Agen Utama Perubahan Perilaku dalam Pencegahan Covid-19

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Angka covid-19 di Kota Semarang yang terus melonjak dalam seminggu terakhir, 80 persen di antaranya disebabkan karena munculnya klaster keluarga. Berdasarkan data siagacorona.semarangkota.go.id, per Jumat (18/6/2021), pukul 17.00 WIB, angka aktif, mencapai 1.654 kasus.

“Klaster keluarga menjadi salah satu penyumbang angka terbesar kasus covid-19 di Kota Semarang. Dari awalnya satu orang, kemudian menularkan ke anggota keluarganya yang lain. Jika dalam satu keluarga ada 3-5 orang, jumlahnya jadi melonjak,” papar Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Abdul Hakam saat dikonfirmasi, Jumat (18/6/2021) sore.

Melihat situasi ini, jika tidak diantisipasi, bukan tidak mungkin angka covid-19 akan terus meningkat. “Untuk itu, kita perlu bergerak bersama. Kita cegah penyebaran covid-19 ini, dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah agen utama perubahan perilaku dalam pencegahan covid-19,” tandasnya.

Dipaparkan, selain disiplin dalam penerapan protokol kesehatan, pencegahan munculnya penyebaran covid-19 dalam keluarga bisa dengan beberapa cara.

“Bila tidak ada keperluan mendesak, hindari beraktivitas di luar rumah. Termasuk juga membatasi kunjungan atau tamu, bila tidak mendesak. Ini diperlukan sebagai langkah antisipasi,” terangnya.

Penerapan protokol kesehatan juga perlu dilakukan di rumah, seperti membiasakan segera mencuci tangan dengan sabun, saat pertama kali masuk rumah, setelah beraktivitas di luar.

“Termasuk dengan mandi dan segera berganti pakaian, sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga yang lain,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, jika ada anggota keluarga yang bergejala flu, disertai demam atau batuk, untuk selalu menggunakan masker, dan segera memeriksakan diri ke dokter jika gejala tersebut tidak kunjung mereda.

“Jangan sampai terlambat penanganannya, jika tidak, bisa menularkan kepada anggota yang lain. Jika itu positif covid-19, maka bisa jadi muncul klaster keluarga,” tandasnya.

Sementara, pengamat kesehatan masyarakat Undip, Dr Budiyono, menilai klaster keluarga tidak bisa dipandang sebelah mata, sebab jika tidak segera dicegah, akan terjadi penyebaran yang luas.

“Penyebaran covid-19 ini seperti efek domino, dari A ke B, dari B bisa ke C, D , E, nanti menyebar lagi, sebab mereka yang terpapar, bisa menularkan ke orang lain tanpa mereka sadari. Terlebih dalam keluarga, yang tinggal berdekatan, satu rumah, resikonya tentu lebih besar,” terangnya.

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undip tersebut pun berharap, pencegahan klaster keluarga bisa dimulai dari munculnya kesadaran dari para anggota keluarga.

“Mereka yang muda, yang merasa sehat, juga harus taat protokol kesehatan. Jangan di luaran mereka melanggar protokol kesehatan, lalu ketika pulang ke rumah, mereka menularkan ke keluarga lain, yang imunnya sedang lemah. Ini yang harus disadari oleh semua, jadi penerapan protokol kesehatan itu tidak hanya untuk mereka sendiri, namun juga untuk melindungi orang-orang di sekitar mereka,” pungkasnya.

Lihat juga...