Kementan Bantu Danai Distribusi Bawang Merah

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) kembali membantu biaya distribusi bahan pangan dari wilayah surplus ke wilayah defisit. Kali ini, Kementan turut mendanai pengiriman bawang merah sebanyak 27,3 ton dari Probolinggo, Jawa Timur menuju Ambon, Maluku.

“Sudah sejak April tahun lalu, kami menjalankan program ini sebagai salah satu upaya pemerataan, memudahkan akses terhadap bahan pangan, dan menjaga stabilitas harga,” ujar Kepala Pusat Distribusi dan Akses Pangan, Risfaheri dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/6/2021).

Menurut Risfaheri, bawang merah yang didistribusikan ini dijual di Ambon dengan harga antara Rp30.000- Rp32.000 per kg, di bawah harga pasar saat ini sebesar 36.000/kg.

“Upaya ini selain menstabilkan harga di daerah konsumen, juga untuk menjaga stabilitas harga di produsen yang sekarang sedang panen dan pasokan berlimpah,” ucapnya.

Di samping bawang merah, Kementan juga membantu biaya distribusi sebanyak 30 ton daging ayam beku ke Tarakan, Kalimantan Utara, untuk menambah pasokan disana, sehingga dapat menurunkan daging ayam ras  yang saat ini berkisar Rp 46.000 per kg.

“Daging ayam beku ini kita distribusikan melalui pedagang lokal di Mojokerto, Jatim dan diperkirakan tiba di Tarakan pada hari selasa tanggal 15 Juni 2021. Danging ayam ras tersebut akan di pasarkan di Kaltara dengan harga maksimum di konsumen Rp38.0000 per kg” terang Risfaheri.

Bantuan biaya distribusi bahan pangan ini diapresiasi oleh Herman, salah seorang distributor di Ambon. Ia menyebut, subsidi distribusi sangat membantu menstabilkan pasokan dan harga bawang,

“Program ini sangat membantu pedagang seperti saya karena selain membantu ongkos pengiriman bagi kami, sehingga berdampak pada stabilnya harga untuk konsumen,” ungkapnya.

Hal senada pun diutarakan, pengusaha daging ayam di Mojokerto, Vizky. Ia mengatakan bantuan biaya distribusi ini membantu penyerapan daging ayam yang dibutuhkan pasar.

“Dengan bantuan distribusi ini pemesanan daging ayam meningkat, biasanya paling tinggi 10 ton, ini bisa sampai 30 ton untuk dikirim ke luar daerah,” tandasnya.

Lihat juga...