Kerang Lokan dan Kepiting Bakau Jadi Sumber Penghasilan Warga di Kalianda

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Kerang lokan dan kepiting bakau hasil tangkapan nelayan di pesisir Kalianda, Lampung Selatan jadi sumber penghasilan warga. Metode penangkapan, salah satunya dengan mencari pada pantai berlumpur, berbatu.

Irawan, salah satu pencari sekaligus pedagang menyebutkan,  jenis kepiting bakau ia peroleh dengan cara menangkap memakai bubu bambu dan juga menampung hasil tangkapan nelayan.

Proses penangkapan di sekitar muara sungai dilakukan saat air surut. Lokan yang diperoleh disimpan dalam bak khusus yang diberi lumpur dan air agar memiliki kemampuan hidup. Hal yang sama dilakukan pada kepiting bakau hasil tangkapan nelayan.

“Saya menyediakan kerang lokan dan kepiting untuk dijual, jika belum laku bisa disimpan pada wadah khusus dengan tetap memiliki air payau dan lumpur bahkan bisa bertahan cukup lama berhari-hari sembari menunggu konsumen,” terang Irawan saat ditemui Cendana News, Senin sore (21/6/2021).

Ia menjual kerang lokan perkemasan dengan harga Rp15.000 seberat dua kilogram. Kepiting bakau yang telah diikat memakai tali dari daun kelapa atau pisang dijual seharga Rp50.000 hingga Rp85.000 per kilogram.

Semakin kecil ukuran, dalam satu kemasan berisi sekitar 50 kerang lokan. Sebaliknya ukuran besar akan berisi sekitar 30 lokan. Kepiting ukuran kecil hingga ukuran sedang sebanyak satu kilogram berisi sekitar tiga hingga empat ekor. Ukuran sedang hingga besar bisa berisi dua ekor perkilogram.

“Kerang lokan dan kepiting hasil tangkapan nelayan bisa disimpan kembali di keramba kawat yang dibenamkan di sungai,” ulasnya.

Irawan menyebut jenis kerang lokan dan kepiting bakau hanya bisa dibesarkan. Hasil tangkapan nelayan yang berukuran kecil melalui penangkapan bubu bambu masih bisa dibesarkan dengan keramba. Jenis kerang lokan juga bisa dibesarkan meski butuh waktu lama di area berlumpur dan butuh proses lama.

Irawan (kiri) melayani Wawan salah satu pembeli kerang lokan dan kepiting bakau di Kelurahan Way Lubuk, Kalianda, Lampung Selatan hasil penangkapan warga memakai serok dan bubu, Senin sore (21/6/2021). Foto: Henk Widi

Wawan, salah satu pembeli menyebutkan, ia akan mengolah kerang lokan setelah direbus lalu dipisahkan bagian daging. Kerang lokan bisa menjadi pindang dan rendang atau sesekali dimasak sebagai lauk.

“Kepiting bakau dan lokan yang ditangkap dari alam memiliki rasa yang cukup enak,” tambahnya.

Selain membeli, Wawan menyebut area sungai Way Lubuk jadi tempat berburu lokan dan kepiting bakau. Menggunakan tekhnik tangkap serok ia bisa mencari lokan di tepi sungai.

Lihat juga...