Ketua Yayasan Damandiri Berharap Bukit Soeharto Bermanfaat bagi Masyarakat

Editor: Makmun Hidayat

PONOROGO — Ketua Yayasan Damandiri yang baru, Letjen (Purn) Soegiono, menegaskan pembangunan objek wisata Bukit Soeharto di Desa Badegan, Ponorogo, Jawa Timur harus bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat sekitar.

Selain menjadi tempat rekreasi baru bagi warga setempat, Bukit Soeharto juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga. Baik itu dengan membuka lapangan kerja baru, maupun menjadi pusat sentra UKM di kawasan tersebut.

Hal itu diungkapkan Soegiono, saat melakukan kegiatan peninjauan Bukit Soeharto bersama segenap pengurus Yayasan Damandiri lainnya Jumat (11/6/2021) siang.

Selain Ketua Yayasan Damandiri yang baru, Letjen (Purn) Soegiono, turut hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Yayasan Damandiri, Firdaus, Bendahara Yayasan Damandiri, Siswanto Djojodisastro, Pengawas Yayasan Damandiri, Fuad Bawazier. serta Pembina Yayasan Damandiri, Siti Hutami Endang Adiningsih.

“Yayasan Damandiri didirikan Presiden Soeharto untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Sejak beberapa tahun terakhir, kita aktif menjalankan program peningkatan kesejahteraan di Desa Badegan ini. Salah satunya adalah membangun Bukit Soeharto ini,” kata Soegiono.

Pengurus Yayasan Damandiri meninjau objek wisata Bukit Soeharto di Desa Badegan, Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (11/6/2021). -Foto Jatmika H. Kusmargana

Meski menyebut, pembangunan Bukit Soeharto ini awalnya menyimpang dari rencana awal, namun setelah melihat hasilnya, Soegiono menilai keberadaan Bukit Soeharto ini sudah tepat karena berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Meski pembangunan Bukit Soeharto ini menyimpang dari penggunaan, namun sudah tepat dari sisi pelaksanaan. Karena digunakan untuk membantu masyarakat. Kita mendukung dan akan berupaya membantu apa yang bisa kita bantu,” katanya.

Sebelum dibangun menjadi objek wisata, Bukit Soeharto sendiri awalnya merupakan bukit biasa yang berada di kawasan tanah Perhutani. Pada tahun 1978 Presiden Soeharto pernah berkunjung ke tempat ini untuk melakukan kegiatan penghijauan atau reboiasasi. Sejak saat itulah bukit ini dikenal sebagai Bukit Soeharto.

Pada tahun 2019, Yayasan Damandiri, melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) membangun Bukit Soeharto ini menjadi objek wisata baru. Mulai dibuka sejak Desember 2020, objek wisata Bukit Soeharto dengan cepat langsung mampu menarik minat wisatawan lokal.

Jumlah pengunjung objek wisata Bukit Soeharto tercatat mencapai 1.000 orang per hari. Tak hanya mampu menyerap puluhan tenaga kerja baru dari kalangan pemuda desa sebagai pengelola, keberadaan Bukit Soeharto ini juga mampu menyediakan lapangan kerja bagi para warga sekitar. Di mana banyak warga yang sebelumnya bekerja sebagai buruh tani kini mulai beralih menjadi pedagang di kawasan ini.

Lihat juga...