Ki Joko Wasis Sebarkan Falsafah Hidup ‘Sumeleh’ Presiden Soeharto

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Dalam rangka memperingati 1 Abad kelahiran Presiden Soeharto, seorang pelukis jalanan asal Yogyakarta, Ki Joko Wasis, menggelar aksi moral melukis sosok Pak Harto dengan cara berjalan kaki.

Pada Selasa (8/6/2021) salah satu lukisan hasil karyanya ia serahkan sebagai bentuk sedekah kepada Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti. Lukisan berukuran sekitar 120×100 cm tersebut menggambarkan sosok Pak Harto di usia tua.

Dalam lukisan Ki Joko Wasis ini, Presiden Kedua RI itu digambarkan tengah mengenakan jubah besar berwarna hitam, yang dipadu kaus dalaman sederhana berwarna putih. Meski seluruh rambutnya telah beruban dan memutih, wajah Pak Harto nampak tetap terlihat tenang dan damai, dengan senyum simpulnya yang khas.

Ditemui di kompleks Balaikota Yogyakarta, Ki Joko Wasis, mengakui, ada makna filosofis yang ingin ia sampaikan lewat lukisan Pak Harto di usia tuanya tersebut. Salah satunya adalah ajaran atau falsafah Jawa “sumeleh” yang selalu dianut Pak Harto semasa beliau hidup.

“Kita hidup ini kan mau tidak mau nantinya pasti akan menjadi tua. Maka sudah semestinya kita harus semakin menunduk. Semakin ‘sumeleh’. Ya seperti Pak Harto,” katanya.

Dengan semangat itulah, Ki Joko Wasis mengaku, ingin mengajak seluruh elemen masyarakat, dari kalangan manapun, untuk senantiasa menanamkan susana hati yang “sumeleh“. Dengan begitu, diharapkan akan tercipta kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang lebih damai, tenteram dan indah.

“Semoga bangsa ini jadi semakin ‘sumeleh‘. Karena dalam hidup ini pasti tidak akan ada hal yang tidak saling berbenturan. Maka dari itu kita harus ‘sumeleh‘,” pungkasnya.

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, kata sumeleh atau semeleh berarti sikap penuh penyerahan diri. Sementara sumber lain menyebutkan, sumeleh merupakan bahasa Jawa yang berarti sikap berserah, rela dan ikhlas dalam menerima atau menjalani segala sesuatu.

Untuk bisa sampai pada tahapan ‘sumeleh‘ seseorang harus bisa melewati ujian terberat dalam hidup, mampu melepaskan diri dari segala keterikatan, termasuk mengorbankan semua yang ada dalam dirinya, dan menyerahkan segala sesuatu hanya kepada Tuhan YME.

Lihat juga...