Kompos Hasil Proses Probiotik Suburkan Tanaman dan Ramah Lingkungan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Pupuk kompos selain ramah lingkungan, juga sangat efektif untuk menyuburkan tanaman. Pada sejumlah hanggar atau tempat pengolahan sampah di Kabupaten Banyumas, menyediakan sampah organik yang bisa diambil secara gratis oleh masyarakat.

Hal tersebut dilakukan, untuk mendorong masyarakat supaya mau memanfaatkan sampah organik menjadi sesuatu yang berguna dan membawa manfaat. Perihal pemanfaatan, dicontohkan langsung oleh Bupati Banyumas, Achmad Husein yang mempunyai hobi bercocok tanam.

“Saya gunakan pupuk organik yang saya olah sendiri untuk tanaman porang dan hasilnya sangat bagus, tanaman tumbuh subur dan buahnya juga besar,” katanya, Rabu (30/6/2021).

Lebih lanjut Husein menjelaskan, pupuk organik yang digunakannya berasal dari cacahan sampah organik yang disiram dengan probiotik. Setelah itu langsung digunakan untuk berbagai tanaman yang ada di bagian belakang rumah dinasnya.

“Jadi sampah organik yang saya ambil dari hanggar ini disiram probiotik, bisa berupa deka, EM4, R4 atau bisa juga dibuat sendiri dari cairan buah dan ditutup rapat, diamkan selama 20 hari. Setelah itu sudah menjadi kompos yang siap digunakan,” jelasnya.

Hanya dengan menggunakan kompos yang dibuat sendiri, tanaman porang yang ditanam Bupati tumbuh subur. Saat panen, satu pohon porang bisa menghasilkan hingga 1,5 kilogram. Harga saat ini pada kisaran Rp8.000 per kilogram, sehingga satu pohon bisa menghasilkan sekitar Rp12.000.

“Pohon porang ini murni hanya menggunakan pupuk kompos yang saya buat sendiri, ternyata tumbuh subur dan hasil buahnya juga lumayan besar. Ini peluang ekonomi sendiri bagi masyarakat Banyumas, karena untuk bahan kompos bisa diambil sampah organis gratis pada hanggar-hanggar yang ada di Banyumas,” kata Bupati.

Penggunaan sampah organik untuk diolah menjadi kompos ini, terus dikampanyekan Husein kepada masyarakat Banyumas dalam berbagai kesempatan. Selain mempunyai nilai ekonomis, pemanfaatkan sampah organik juga akan menyuburkan tanah serta menjadi solusi permasalahan sampah di Banyumas.

Sementara itu, istri Bupati, Nyonya Erna Husein mengatakan, kompos yang diolah sendiri tersebut tidak hanya untuk tanaman porang, tetapi digunakan untuk semua tanaman yang ada di kebun. Mulai dari aneka jenis sayuran,cabai, buah-buahan hingga tanaman hias.

“Semua tanaman yang ada di kebun ini menggunakan pupuk kompos yang dibuat sendiri, tidak ada yang pakai pupuk kimia, karena kita memang berkomitmen untuk tidak sekedar menanam saja, tetapi juga menjaga kesuburan tanah. Kalau ada tanaman yang terkena hama, Bapak juga membuat semprotan sendiri dari buah-buahan yang difermentasi untuk mengatasi hama tersebut,” tuturnya.

Lihat juga...