Konflik Tanah Kas Desa, Warga Banjarsari Tertipu Mantan Kades

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JEMBER – Suryadi, warga Banjarsari, Kecamatan Bangsalsari, Jember, merasa dirinya ditipu atas penyalahgunaan Tanah Kas Desa (TKD) oleh Mantan Kades Banjarsari.

Suryadi mengatakan, dirinya dijanjikan kepemilikan tanah yang merupakan tanah kas desa. Apabila dirinya bisa membayar sejumlah Rp50 juta, maka tanah tersebut menjadi hak miliknya.

“Awal mulanya saya ditawari untuk hak kepemilikan atas tanah kas desa. Apabila mampu membayar dengan nominal harga sebesar Rp50 juta. Saya sendiri tidak memiliki uang dengan jumlah tersebut, namun saya hanya memiliki uang sejumlah Rp25 juta,” ujar Suryadi kepada Cendana News, di kantor Kejaksaan Negeri Jember, Rabu (9/6/2021).

Suryadi menambahkan, penawaran atas kepemilikan dana Rp25 juta disepakati oleh kepala desa terkait, dengan kesepakatan pelunasan melalui sistem cicilan selama satu tahun.

“Uang Rp50 juta yang ditawarkan kepada saya untuk dibayarkan dalam perjanjian jual beli tanah, yakni tanah kas desa, saya akui tidak bisa, apabila saya harus membayar sebesar jumlah tersebut. Namun, saya hanya mengatakan, saya memiliki simpanan uang Rp25 juta. Hal itu langsung disetujui oleh kades terkait, dengan cara melunasi secara mencicil selama satu tahun,” tegasnya.

Setahun perjalanan cicilan atas pelunasan yang telah disepakati, Suryadi menyebutkan, hanya mendapatkan bukti SPPT PBB, sedangkan untuk nota pembayaran serta akta tidak ia dapatkan.

“Pelunasan terakhir dari cicilan pembayaran, saya hanya diberi SPPT PBB, sedangkan untuk akta atas kepemilikan tanah akan menyusul. Menurut kades terkait, surat tersebut sudah dapat menjadi bukti yang sah atas kepemilikan tanah kas desa,” ucapnya.

Suryadi menambahkan, untuk memastikan kepemilikan tanah kas desa untuk dirinya, pihak perangkat desa melakukan upaya pengukuran sebagai acuan dasar luas tanah yang bisa ia miliki.

“Beberapa waktu kemudian saya mencoba menanyakan akta atas tanah tersebut, namun hasilnya belum jelas, dan tidak menemukan titik terang. Beberapa kali melakukan upaya mediasi dengan kades dan perangkat terkait, juga tidak ada kejelasan atas akta tanah yang seharusnya sudah saya miliki,” ucapnya.

Beberapa upaya musyawarah yang dilakukan belum menemukan hasil, Suryadi memilih untuk menempuh jalur hukum atas peristiwan yang menimpa dirinya. Sehingga beberapa pihak yang menjadi terlapor ialah Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Mantan Kades Banjarsari Naning Roniani, Pj Kades Sunaryati, dan Camat Bangsalsari Murtadadlo.

Kasi Intelijen Kejari Jember, Agus Budiarto, menyatakan, bahwa benar adanya laporan terkait penyelewengan penggunaan atas tanah kas desa di Desa Banjarsari.

Kasi Intelijen Kejari Jember, Agus Budiarto, saat ditemui di Kantor Kejaksaan Negeri Jember, Rabu (9/6/2021).- Foto: Iwan Feri Yanto

“Laporan yang sudah kami terima terkait penyalahgunaan tanah kas desa sudah kami proses. Beberapa pelapor saksi dan terlapor juga sudah kami panggil untuk dimintai keterangan,” ucapnya.

Sementara, salah satu perangkat desa, Plt. Sekdes Subarno, saat dikonfirmasi oleh awak media memilih tidak memberikan keterangan.

Lihat juga...