Kopi Lokal Labuan Bajo Topang Industri Pariwisata

LABUAN BAJO  – Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) mendorong industri pariwisata memakai produk kopi lokal dari usaha kecil dan menengah (UKM) guna memberikan pertumbuhan positif terhadap perekonomian masyarakat daerah.

“Kami mendorong mereka untuk menghasilkan produk dengan brand lokal. Kami coba masukkannya ke hotel-hotel, kapal, dan restoran yang ada di Labuan Bajo,” kata Direktur BOPLBF Shana Fatina di Labuan Bajo, NTT, Rabu.

BOPLBF melakukan berbagai kegiatan pelatihan terhadap pelaku UKM yang bergerak di bidang kopi dalam konteks inkubasi agar mampu berdaya saing.

Shana menjelaskan pihaknya pernah membawa petani kopi, masyarakat indikasi geografis kopi manggarai hingga keuskupan untuk studi banding penguatan agrowisata kopi terpadu di Jember, Solo, dan Banyuwangi.

“Kami buat pengembangan untuk agrowisatanya, lalu juga dari hulu ke hilir akan ada pelatihan untuk processing-nya, sehingga kualitas tetap specialty coffee sampai delivery dengan konteks barista dan showcase yang ada di Labuan Bajo,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Nusa tenggara Timur, Viktor Laiskodat mendorong kopi manggarai menjadi tuan rumah di daerahnya dan tidak kalah dengan produk kopi dari luar daerah.

Dia ingin menaikkan nilai kopi manggarai yang disebutnya sebagai kopi kelas satu dan mampu bersaing di pasar mancanegara.

Selain cita rasa kopi yang nikmat ada pula cerita yang kuat seperti asal nama kopi juria atau kopi robusta yang dikenal dalam bahasa daerah sebagai kopi tuang.

Gubernur Viktor menginginkan narasi tentang kopi terus diperkuat untuk menambah daya tarik dalam promosi dan pemasaran produk kopi lokal tersebut.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, jumlah produksi kopi di Nusa Tenggara Timur mencapai 24.238 ton sepanjang 2020 dan diproyeksikan meningkat sebanyak 1,48 persen atau 24.921 ton pada 2021. (Ant)

Lihat juga...