Kue Klepon Khas Nusantara, Berikan Sensasi Gula Merah Pecah Dimulut

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Sensasi gula merah pecah di mulut saat klepon digigit menjadikan kue tradisional satu ini disukai semua usia. Kudapan ini, cukup mudah ditemui di Kota Bekasi, Jawa Barat, kerap dibawa pedagang kue keliling saat pagi.

Hadi, penjual dan pembuat kue klapon di Jalan Benda, ditemui Cendana News, Sabtu (12/6/2021). Foto: Muhammad Amin

Klepon menjadi makanan sehat karena memiliki bahan baku tepung ketan putih, tepung sagu, kapur sirih, santan hangat, daun Suji dan salam dan isian gula merah yang telah di cacah.

“Saya buat sendiri bersama isteri di kontrakan, setiap pagi keliling membawa kue klepon. Cukup banyak yang minat, harganya pun lumayan tinggi dibanding lainnya, tapi tetap diminati,” ujar Hadi, pria asal Tegal Jawa Tengah kepada Cendana News ditemui di tempat mangkalnya, Jalan Benda Jatimekar, Sabtu (12/6/2021).

Hadi tidak hanya membawa kue klepon, tapi ada aneka kue khas lainnya seperti apem, dan kue cucur. Ia mengaku biasa mangkal pagi dan sore menawarkan aneka jajanan kue yang di buat sendiri tersebut.

Menurutnya, Klepon disukai semua usia, tidak hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak cukup menggemarinya. Biasanya dibuat untuk sarapan atau teman ngupi di pagi hari karena bisa membuat kenyang.

“Tak butuh waktu lama untuk membuat klepon, cukup luangkan 30 menit untuk membuat camilan tradisional Indonesia ini. Tapi bahan bakunya harus sudah siap lebih dulu,” jelas Hadi.

Langkah pertama olah taburan kelapa, dengan cara mencampur bahan, kemudian ratakan sebelum dikukus di atas api kecil selama 20 menit sampai matang. Kemudian semua bahan baku dicampur seperti tepung ketan, tepung sagu, dan air kapur sirih, lalu diberi santan hangat sedikit, masukkan kedalam adonan sampai Kalis.

Setelah itu baru bahan baku klepon dibulatkan sesuai ukuran yang diinginkan dan tengahnya diberi isian gula merah yang telah dicacah. Masukkan ke dalam air panas mendidih. Jika sudah terapung berarti sudah matang, mudahkan?. Jangan lupa kue yang masih hangat tadi di masukkan dalam taburan kelapa parut yang diberi garam sedikit.

Penyuka klepon Mas Seno, mengaku menyukai kue tradisional Nusantara satu ini, memiliki keunikan tersendiri terutama pada rasanya juga bisa mengenyangkan saat disantap bersama kopi. Anaknya pun menyukainya, dan pasti habis beli berapa pun.

“Sensasi gula merah pecah dimulut terkadang membuat baju anak lumer oleh lelehan gula merah dari dalam klepon. Saya sarankan hati-hati kalau untuk anak,” jelasnya.

Lihat juga...