Lakukan Illegal Fishing, Dua Kapal Asing Ditangkap KKP

Editor: Maha Deva

Kapal lampu, FB. LB. JUAN PAOLO UNO berbendera Filipina yang diamankan KKP di WPPNRI 716 Laut Sulawesi - Foto Ist/M. Amin

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kembali mengamankan pelaku pencuri ikan atau illegal fishing di laut Indonesia. Kali ini ada dua kapal ikan diamankan, dari kawasan Laut Sulawesi dan Selat Malaka. 

Penangkapan tersebut tidak terlepas dari keberhasilan sistem pemantauan yang dioperasikan di Pusat Pengendalian Ditjen PSDKP KKP, yang berhasil mendeteksi aktivitas kedua kapal asing tersebut. “Aparat kami kembali melakukan penangkapan terhadap pelaku pencurian ikan di perairan Laut Sulawesi dan Selat Malaka,” ujar Antam Novambar, Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan yang juga Sekretaris Jenderal KKP, Sabtu (12/6/2021).

Antam menyebut, operasi pengawasan secara intercept yang dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan Paus 1 dan Hiu 08, berjalan sukses karena info akurat dari PUSDAL Ditjen PSDKP KKP. “Jadi ini bukti sistem pengawasan terpadu yang kita kembangkan telah berjalan sangat efektif,” terang Antam.

Antam tak menampik, beberapa hari terakhir ini pihaknya sedang melakukan pengetatan pengawasan di sejumlah wilayah perairan yang rawan illegal fishing.  Hal tersebut dilakukan karena berdasarkan informasi dari PUSDAL maupun air surveillance, ada beberapa aktvitas ilegal yang meningkat di wilayah perbatasan. “Tidak ada kompromi bagi pelaku illegal fishing, kami intensifkan pengawasan di sektor-sektor yang rawan seperti Laut Natuna Utara, Laut Sulawesi dan Selat Malaka,” ujar Antam.

Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono menjelaskan, Kapal Pengawas Perikanan Paus 1 dengan Nakhoda Ismail Marzuki berhasil menangkap sebuah kapal lampu berbendera Filipina, yang digunakan untuk mengumpulkan ikan bernama, FB. LB. JUAN PAOLO UNO di WPPNRI 716 Laut Sulawesi.

Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan yang juga Sekretaris Jenderal KKP, Antam Novambar, Sabtu (12/6/2021) – Foto Ist/ M Amin

Dalam aksinya, kapal lampu ini digunakan untuk mempermudah kapal-kapal pumboat maupun purse seine untuk melakukan pencurian ikan di laut Indonesia. “Ini kapal yang perannya sangat strategis dalam penangkapan ikan secara ilegal di Laut Sulawesi, dia (kapal ini) tugasnya mengumpulkan ikan agar bergerombol di sekitar rumpon,” terang Ipunk.

Saat ini FB. LB. JUAN PAOLO UNO beserta empat orang awak kapal berkewarganegaraan Filipina, telah berada di Pangkalan PSDKP Bitung, untuk proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, operasi pengawasan yang dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan Hiu 08, dengan Nakhoda Hendro Andaria, dilakukan di wilayah perairan Selat Malaka pada Jumat (11/6/2021), berhasil menangkap KM. SLFA 4598 yang mengoperasikan alat tangkap trawl.

Bersama kapal tersebut, KKP mengamankan empat orang awak kapal, yang seluruhnya berkewarganegaraan Myanmar. “Saat ini, kapal dalam proses ad hoc ke Stasiun PSDKP Belawan untuk proses hukum lebih lanjut,” terang Ipunk.

Penangkapan kapal ilegal berbendera Filipina dan Malaysia ini menambah panjang daftar kapal ikan ilegal, yang berhasil ditangkap dan diproses hukum oleh KKP.  Selama 2021, KKP telah menangkap 115 kapal yang terdiri dari 77 kapal ikan Indonesia yang melanggar ketentuan dan 38 kapal ikan asing yang mencuri ikan. Kapal asing tersebut terdiri dari, 10 kapal berbendera Malaysia, lima kapal berbendera Filipina dan 23 kapal berbendera Vietnam.

KKP juga telah menangkap 62 pelaku penangkapan ikan dengan cara yang merusak atau destructive fishing seperti bom ikan, setrum maupun racun.

Lihat juga...