Layanan Imunisasi di Indonesia Masih Rendah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa, mengakui, bahwa layanan imunisasi di Indonesia masih rendah, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.

“Ternyata, dalam perjalanan saya keliling Indonesia, bukan hanya stunting, tapi imunisasi dasar lengkap dan imunisasi lanjutan di beberapa daerah rendah sekali. Urusan kesehatan ini, kita semua, terutama pemerintah daerah harus menempatkan kesehatan di prioritas tinggi,” ujar Suharso dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/6/2021).

Suharso mengatakan, bahwa pemerintah di dalam Major Project Reformasi Sistem Kesehatan Nasional telah menetapkan target cakupan imunisasi dasar lengkap dari hanya 58 persen menjadi 71 persen pada tahun depan.

Major Project ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan ketahanan kesehatan (health security & resilience), menjamin akses supply side pelayanan kesehatan yang berkualitas di seluruh Indonesia, dan meningkatkan peran serta masyarakat serta memperkuat upaya promotif dan preventif,” tukasnya.

Di samping layanan imunisasi dasar lengkap, pemerintah juga akan fokus menurunkan insidensi tuberkulosis menjadi 231 per 100.000 penduduk, meningkatkan penyediaan Rumah Sakit (RS) Rujukan Nasional menjadi 19 RS, meningkatkan RS dengan layanan unggulan menjadi minimal 52 RS untuk lima jenis layanan unggulan mencakup layanan kanker, kardiovaskular, stroke, paru dan diabetes.

Lihat juga...