Libur Akhir Pekan, 73.430 Wisatawan Kunjungi Gunung Kidul

GUNUNG KIDUL  – Sebanyak 73.430 wisatawan mengunjungi objek wisata beretribusi di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama libur akhir pekan dan Hari Lahir Pancasila dari Sabtu (29/5) hingga Selasa (1/6) meski ada gelombang tinggi yang menerjang kawasan pantai selatan.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul, Hary Sukmono di Gunung Kidul, Rabu, mengatakan, sebanyak 73.430 wisatawan tersebut terbagi pada Sabtu (29/5) sebanyak 13.139 wisatawan, Minggu (30/5) sebanyak 33.480 wisatawan, Senin (31/5) turun di kisaran 7.000 wisatawan, kemudian Selasa (1/6) naik lagi menjadi 19.811 wisatawan.

“Kunjungan wisatawan ke objek wisata di Gunung Kidul mulai kembali naik. Kami berharap menggeliatnya kunjungan wisatawan ini membawa dampak bagus bagi perkembangan ekonomi di Gunung Kidul,” katanya.

Ia mengatakan wisatawan yang datang ke Gunung Kidul kebanyakan memang masih dari dalam DIY, dan sekitarnya seperti Solo Raya, dan Magelang Raya.

Sementara untuk destinasi yang paling banyak dikunjungi masih di kawasan pantai, sekitar 90 persen lebih dari jumlah wisatawan yang ada. Selain itu destinasi yang banyak dikunjungi kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran.

“Objek wisata pantai masih menjadi primadona dari kunjungan wisatawan. Hal ini dikarenakan harga tiket murah dan wisatawan dapat menikmati seluruh pantai di Gunung Kidul dengan keindahan dan keunikan masing-masing,” katanya.

Lebih lanjut, Hary mengatakan Dinas Pariwisata juga tidak mengendorkan protokol kesehatan di sektor pariwisata.

Tim SAR dan petugas gabungan masih terus mengingatkan wisatawan menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, dan menjaga jarak di lokasi pantai.

Ia juga menyarankan di tengah pandemi COVID-19 saat ini, calon wisatawan diharapkan dapat mengisi data di aplikasi Visiting Jogja terlebih dahulu.

“Kami juga mengingatkan wisatawan yang akan berkunjung untuk memastikan dahulu dalam kondisi sehat, dan mematuhi protokol kesehatan yang ada,” katanya.

Seperti diketahui, pemerintah intensif mengampanyekan 5M mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas dan interaksi.

“Untuk itu, kami meminta wisatawan mematuhi dan mentaati protokol kesehatan yang sudah kami tentukan sesuai SOP baik di destinasi maupun di usaha jasa pariwisata,” kata Hary.

Sementara itu, Pengelola Ekowisata Nglanggeran di Kecamatan Patuk, Sugeng Handoko, mengatakan selama masuk libur akhir pekan kemarin, ada peningkatan jumlah kunjungan.

“Kunjungan di Nglanggeran ada peningkatan. Semoga kondisi pandemi segera berakhir dan normal kembali, sehingga ekonomi segera pulih, pariwisata bangkit,” katanya. (Ant)

Lihat juga...