Lima Sapi Poknak di DCML Argomulyo Alami Masalah Reproduksi

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri tengah melakukan evaluasi sekaligus pembenahan terhadap unit usaha demplot ternak sapi di Dusun Kaliberot Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Argomulyo, Sedayu, Bantul. 

Evaluasi dilakukan menyusul ditemukannya 5 ekor dari 13 ternak sapi di Kelompok Ternak Ngudi Rejeki yang mengalami kelainan reproduksi sehingga tidak bisa produktif. Temuan itu sendiri dipastikan setelah pihak koperasi bersama petugas Puskesmas Hewan (Puskeswan) wilayah kecamatan Pajangan-Sedayu Bantul, melakukan pengecekan kondisi ternak belum lama ini.

“Dempot ternak sapi di Dusun Kaliberot ini merupakan unit usaha ekonomi produktif yang menjadi bagian program Yayasan Damandiri di DCML Argomulyo sejak tahun 2017. Selama ini ada ternak yang berhasil (menghasilkan anakan) dan ada yang belum berhasil. Terakhir diketahui ada 5 ekor sapi yang diduga mengalami masalah reproduksi sehingga tidak produktif,” ujar Manajer Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo Gatot Nugroho, kepada Cendana News. 

Manajer Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo Gatot Nugroho, Senin (31/5/2021). -Foto Jatmika H. Kusmargana

Atas dasar itulah, pihak koperasi mengaku akan melakukan evaluasi salah satunya dengan meminta rekomendasi resmi dari Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul untuk memastikan 5 sapi tersebut tidak produktif sehingga bisa dilakukan pembenahan dengan mengganti bibit sapi yang baru. Sehingga diharapkan unit usaha ternak sapi di Dusun Kaliberot bisa terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Program mulia berupa dempot ternak sapi dari Yayasan Damandiri ini harus dipertahankan agar bisa terus eksis. Yakni dengan melakukan evaluasi maupun pembenahan baik dalam hal pemeliharaan maupun manajemen organisasi kelompok. Karena pada dasarnya kegiatan ekonomi produktif di sektor peternakan semacam ini bisa menjadi solusi ekonomi masyarakat di tengah situasi pandemi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Ternak Ngudi Rejeki dusun Kaliberot DCML Argomulyo, Rakimin, mengaku mempersilakan setiap peternak yang memiliki sapi tidak produktif, untuk mengajukan usulan penggantian bibit sapi baru. Penggantian bisa dilakukan dengan mengganti indukan betina produktif maupun calon indukan jantan untuk pembesaran.

“Kita persilakan tiap peternak apakah akan mengganti dengan indukan betina produktif atau calon indukan jantan. Sebab selama 4 tahun terakhir memelihara sapi bantuan Yayasan Damandiri ini mereka belum mendapatkan hasil sama sekali. Ya karena ternyata sapi tersebut mengalami kelainan organ reproduksi. Sehingga tidak kunjung bunting meski rutin dilakukan kawin suntik,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui sejak ditetapkan sebagai desa binaan tahun 2017 silam, Yayasan Damandiri melakukan upaya pemberdayaan di sektor peternakan dengan mendirikan unit usaha dempot ternak sapi di Dusun Kaliberot Argomulyo. Melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Yayasan Damandiri memberikan bantuan modal berupa 15 ekor sapi betina untuk dipelihara.

Dari 15 ekor sapi bantuan tersebut, hingga saat ini tercatat sudah ada sekitar 7 ekor sapi yang produktif dengan menghasilkan 9 ekor anakan. Beberapa ekor sapi bahkan tercatat sudah menghasilkan anakan 2-3 kali. Tercatat 6 ekor anakan sapi diantaranya telah dijual para peternak, dengan persentase pembagian hasil 70-80 persen untuk peternak sementara 20-30 persen untuk koperasi.

Selain mampu mendorong minat masyarakat untuk mengembangkan usaha di sektor peternakan, keberadaan unit usaha dempot ternak sapi ini juga mampu memberikan manfaat secara nyata bagi perekonomian warga Dusun Kaliberot DCML Argomulyo. Dimana warga bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari hasil beternak sapi bantuan Yayasan Damandiri.

Lihat juga...