Mai Sai Produksi Sereal Sorgum dan Teh Kelor

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Produk Mai Sai yang diproduksi PT. Langit Laut Biru milik Keuskupan Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) bukan hanya kopi saja, tetapi telah merambah kepada sorgum dan kelor yang semuanya diambil dari petani lokal di Flores.

“Selain produk kopi robusta Flores, kami juga mengembangkan sereal sorgum dan teh kelor,” kata Direktur Operasional PT. Langit Laut Biru, Keuskupan Maumere, Dian Setiati saat ditemui di kantornya di Kelurahan Kota Uneng, Maumere, Selasa (29/6/2021).

Dian menyebutkan, sereal sorgum dengan ukuran kemasan 350 gram dijual dengan harga Rp35 ribu sementara teh kelor ukuran 50 gram dibanderol dengan harga Rp10 ribu.

Direktur Operasional PT. Langit Laut Biru, Keuskupan Maumere, A. Dian Setiati saat ditemui di Bengkel Misi, Kelurahan Kota Uneng, Kota Maumere, Selasa (29/6/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Ia menambahkan, pihaknya juga memproduksi kue nastar berbahan sorgum dan kelor yang dijual Rp12 ribu per kemasan dan sedang mengembangkan aneka kue dengan bahan baku sorgum dan kelor.

“Kami produksi sendiri kemasan dan kuenya. Kami juga sedang memproduksi aneka kue berbahan dasar sorgum dan kelor karena respon pasarnya sangat bagus,” ungkapnya.

Dian mengakui,untuk kelor sementara masih diproduksi teh kelor,bubuk dan juga campuran pembuatan kue dan sedang mengembangkan kopi kelor.

Untuk kelor sebutnya, respons pasarnya bagus sehingga penjualan pun laris bahkan pihaknya pun sampai kesulitan bahan baku.

Ia mengatakan, konsumennya saat ini masih lebih banyak di Kabupaten Sikka dan NTT karena masih kesulitan suplai bahan bakunya.

“Kami sendiri pun masih kesulitan modal sehingga kemasan produk pun masih belum bagus. Memang ke depannya akan diperbaiki apabila penjualan sudah meningkat karena semakin banyak pesanan tentunya kemasannya harus bagus,” ucapnya.

Dian mengakui, untuk sorgum bahan bakunya diambil dari petani di Desa Tanaduen, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka serta petani dari Kabupaten Flores Timur.

Ke depannya, lanjutnya, kalau sudah lumayan penjualannya maka pihaknya pun akan membidik pangsa pasar di Pulau Jawa.

Untuk sorgum sebutnya, pihaknya tidak mengalami kesulitan bahan baku karena ada pengembangan sorgum secara besar-besaran di kalangan petani di Kabupaten Flores Timur.

“Penjualan memang meningkat baik sorgum maupun kelor sehingga kami akan perbaiki kemasan produknya.Bila permintaan pasar di luar NTT meningkat maka kita akan mengirimnya juga,” ucapnya.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo saat peresmian Kedai Mai Sai juga mengharapkan agar produk yang dihasilkan harus diperbaiki kemasannya agar lebih menarik dilihat.

Robi sapaannya mengatakan, banyak produk pangan lokal yang ada di Kabupaten Sikka belum diolah dan dikemas menarik sehingga memberikan pendapatan tambahan bagi petani.

“Bila permintaan pasarnya bagus maka petani akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar karena harga beli dari petani pun meningkat. Tapi kualitas produknya harus dijaga,” ucapnya.

Lihat juga...