Manfaatkan IPAL Domestik untuk Kelola Limbah Air Rumah Tangga

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono, saat dihubungi di Semarang, Rabu (16/6/2021). Foto Arixc Ardana

SEMARANG — Air domestik yang dihasilkan skala rumah tangga dan usaha, berpotensi mencemari lingkungan sehingga perlu dilakukan pengolahan air limbah, sebelum dibuang ke media lingkungan.

“Air limbah domestik tersebut berasal dari aktivitas sehari-hari masyarakat, yang berhubungan dengan pemakaian air. Misalnya dari kamar mandi, atau dapur,” papar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono, saat dihubungi di Semarang, Rabu (16/6/2021).

Bisa juga dari air buangan kota, yang berasal dari daerah perkantoran, perdagangan, hotel, restoran, tempat-tempat umum, tempat ibadah, dan sebagainya. “Pada umumnya zat-zat yang terkandung dalam jenis air limbah ini, sama dengan air limbah rumah tangga,” terangnya.

Saat ini, penerapan IPAL domestik tersebut di Kota Semarang sudah dilakukan di kalangan perkantoran, perdagangan, hotel atau restoran besar, namun belum banyak dilakukan di skala rumah tangga. Meski demikian, pihaknya terus mendorong sosialisasinya, termasuk dengan membuat percontohan, yang diharapkan dapat menjadi pilot project.

“Kita sudah membuat IPAL Domestik percontohan, dengan kapasitas kurang lebih 9 meter kubik, yang berfungsi untuk mengolah air buangan dari kegiatan domestik di DLH Semarang, antara lain dari kamar mandi, mushola dan dapur,” terangnya.

IPAL Domestik tersebut terdiri dari empat bagian yakni bak grit chamber, grease trap, aerasi dan filtrasi, yang terdapat dalam satu IPAL.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran dan Limbah Cair DLH Kota Semarang, Arry Susilo Wardhani menjelaskan, dalam pengelolaannya, air limbah dikumpulkan pada bak grit chamber, kemudian melewati grease trap, yang berfungsi untuk menyaring kotoran padat, sebelum masuk ke pengolahan IPAL air.

“Air limbah tersebut kemudian dialirkan ke dalam aerasi, dimana air limbah tersebut diberikan tambahan bakteri dan oksigen. Ini berfungsi untuk mengurangi polutan-polutan yang ada,” terangnya.

Sebelum dialirkan ke bak effluent, air limbah yang sudah diolah, disaring kembali melalui bak filtrasi, guna mengurangi padatan yang masih ada. “Nantinya setelah itu dialirkan ke bak effluent, kemudian ditambahkan klorin untuk membunuh bakteri yang masih ada dalam air limbah,” terangnya lebih lanjut.

Air limbah hasil pengolahan IPAL Domestik tersebut, juga bisa dimanfaatkan lagi untuk keperluan lainnya.

“Contohnya untuk di DLH Kota Semarang, air olahan limbah dari IPAL tersebut, kita manfaatkan sebagai sumber air untuk kolam ikan. Ikan yang ada di kolam bisa tetap sehat, airnya juga bersih. Ini menjadi indikator, bahwa pengolahan air limbah melalui IPAL Domestik ini, aman bagi lingkungan,” tandasnya.

Lihat juga...