Manis dan Gurihnya Onde-Onde Mini Khas Cilacap

Editor: Maha Deva

Onde-onde mini menjadi makanan oleh-oleh khas Kabupaten Cilacap karena rasanya yang gurih dan manis, Sabtu (5/6/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

CILACAP – Jajanan yang diproduksi oleh warga Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap ini biasa disebut dengan onde-onde mini. Camilan yang biasa disebut juga dengan nama onde-onde ketawa tersebut, saat ini sudah menjadi oleh-oleh khas Cilacap.

Perpaduan rasa manis dan gurih dari onde-onde merekah, didukung rasa yang empuk namun renyah, menjadikan onde-onde mini disukai banyak orang . Onde-onde umumnya berbentuk bulat dan berukuran berukuran bola tenis meja. Namun, warga  Desa Mernek, utamanya para ibu rumah tangga, di bawah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ngudi Rahayu, Desa Mernek memproduksi onde-onde mini yang diberi nama onde-onde ketawa.

“Onde-onde mini tersebut diberi nama ketawa, karena bentuknya merekah, mirip seperti orang sedang tertawa, namun rasanya lebih gurih dari onde-onde pada umumnya, karena digoreng hingga kering,” kata Ketua BUMDes Nudi Rahayu, Heriyanto, Sabtu (5/6/2021).

Ketua BUMDes Ngudi Rahayu, Heriyanto, saat ditemui di Cilacap, Sabtu (5/6/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Awalnya, produksi onde-onde mini ini hanya dipasarkan di wilayah kecamatan saja. Namun, sekarang sudah merambah ke berbagai kecamatan di Kabupaten Cilacap. Salah seorang pembuat onde-onde mini, Nurhayati mengatakan, cara pembuatan onde-onde mini justru lebih mudah, jika dibandingkan dengan pembuatan onde-onde biasa. Bahannya terdiri dari tepung terigu, mentega, gula halus, telur, baking powder dan biji wijen sebagai taburannya.

Untuk memasaknya, pertama, semua bahan dicampur, kecuali biji wijen. Dibuat adonan atau diuleni hingga kalis atau tercampur rata dan tidak lengket di tangan. Setelah itu, bentuk adonan menjadi bulatan-bulatan kecil, kemudian celupkan ke dalam air dan gulingkan di atas taburan wijen. “Untuk membuat rekahan pada bagian atas, digunting sedikit. Setelah itu tinggal digoreng dalam minyak yang panas sampai warnanya kecoklatan,” tuturnya.

Perpaduan rasa gurih dan manis, membuat onde-onde mini banyak disukai pelanggan. Taburan biji wijen di atasnya, membuat cita rasa camilan ini semakin gurih. Saat ini, produksi onde-onde mini di BUMDes Ngudi Rahayu perhari sudah mencapai 20 kilogram. Tak dipungkiri, pandemi COVID-19 sempat membuat produksi onde-onde mini nyaris terhenti.

Namun, dengan pemasaran yang masih berjalan dan mulai menempuh pemasaran online, saat ini produksi onde-onde mini masih bisa bertahan. “Onde-onde mini ini bisa tahan sampai tiga minggu, walaupun tanpa pengawet dan rasanya tetap terjaga, sehingga menjadi alternatif oleh-oleh khas Kabupaten Cilacap yang banyak dicari,” kata Nurhayati.

Untuk satu kilogram onde-onde mini dijual dengan Rp30.000. Selain itu juga tersedia kemasan 500 gram dan 250 gram.

Lihat juga...