Manisnya Lahang, Minuman Tradisional Sebelum Jadi Gula

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Produsen gula kelapa kerap menghasilkan air nira untuk diolah menjadi gula merah. Sebelum diolah, cairan murni dari bagian bunga atau manggar kelapa menjadi minuman segar nan manis yang dikenal sebagai lahang.

Suyid, produsen gula di Sukarame, Bakauheni, Lampung Selatan menyebut membuatkan, lahang akan semakin manis saat disajikan usai proses pengambilan air sadapan atau deresan bunga kelapa.

Penyajian minuman bisa dilakukan setelah proses pematangan karena akan memiliki warna bening seperti air kelapa. Namun setelah proses pemasakan lahang akan berwarna merah. Busa atau gelembung saat dipanaskan akan pecah dan meluber. Agar tidak meluber ia menyertakan manggar atau bunga kelapa.

“Lahang yang dimasak sebelum menjadi gula sudah bisa diminum, biasanya warga yang ingin menikmati kesegaran minunan alami ini bisa datang dengan membawa es batu sehingga lebih segar dan nikmat, aroma bunga kelapa masih terasa namun tetap harus disaring,” terang Suyid saat ditemui Cendana News, Sabtu (5/6/2021).

Lahang sebut Suyid akan terbentuk sebelum proses nitis. Nitis merupakan tahap lanjutan dalam pembuatan gula kelapa. Agar mendapatkan minuman lahang, sebelum gula setengah jadi terbentuk ia melakukan penyaringan. Sisihkan bagian cairan mendidih agar busa atau gelembung tidak ikut terciduk. Lahang bisa diberi tambahan es batu agar lebih cepat dingin dan memiliki sensasi segar.

Air nira kelapa atau lahang yang telah dimasak memiliki aroma khas bunga kelapa, manis dan gurih semakin segar diminum memakai es batu buatan Suyid di Sukarame, Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (5/6/2021). Foto: Henk Widi

Hasil pembuatan lahang murni ditampung pada jerigen khusus. Hasil pembuatan  kerap dijual oleh pedagang di area pelabuhan Bakauheni sebagai minuman pengganti cairan tubuh setelah melakukan aktivitas. Gula atau sukrosa dalam air nira kelapa bisa membantu menyuplai energi. Harga pergelas mencapai Rp5.000.

Pemesan yang ingin mendapatkan lahang murni sebut Suyid kerap datang pagi hari. Sebab proses menderes air nira bunga kelapa dilakukan sore hari. Saat pagi ia akan memanjat batang kelapa untuk mengambil hasil air deresan sekaligus mengganti jerigen penampung air nira. Rata rata lahang murni yang dipesan mencapai 5 liter, sisanya dipergunakan sebagai bahan pembuatan gula kelapa.

Jupri, salah satu penyuka minuman lahang menyebut lebih memilih minuman isotonik alami. Saat cuaca panas dengan potensi dehidrasi yang meningkat. Namun jika mendapat yang telah melalui proses perebusan ia akan meminumnya dengan es batu. Lahang segar sebutnya memiliki kandungan sukrosa yang bagus untuk energi tubuh.

“Saya kerap minta lahang yang telah dimasak dengan mencampurnya memakai es batu, lebih menyegarkan,” bebernya.

Lihat juga...