Mantan Penderita Covid-19 di Banyumas Diharapkan Donor Plasma

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Bupati Banyumas, Achmad Husein, mengajak para mantan penderita Covid-19 yang sudah sembuh dan sehat, untuk mau melakukan donor plasma. Sebab, hal tersebut sangat bermanfaat dan bisa menolong penderita Covid-19 lainnya. Bahkan bupati menjanjikan memberikan reward bagi pendonor plasma.

“Yang sudah pernah positif Covid-19 dan sudah dinyatakan sembuh, ayo donor plasma ke Palang Merah Indonesia (PMI), sebab para penderita Covid-19 yang belum sembuh sangat membutuhkan donor plasma untuk mempercepat proses kesembuhan mereka,” katanya, Kamis (10/6/2021).

Lebih lanjut Bupati menyampaikan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebagai pendonor plasma.

Selain sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19, diharapkan donor plasma dilakukan tidak lebih dari jangka waktu 6 bulan setelah yang bersangkutan sembuh.

Terkait syarat fisik, batas usia pendonor plasma antara 18 hingga 60 tahun, dengan berat badan minimal 55 kilogram. Dan khusus untuk pendonor plasma perempuan, disyaratkan belum pernah hamil.

“Bagi yang memenuhi syarat-syarat tersebut, ayo segera hubungi PMI Banyumas untuk melakukan donor plasma, sudah saatnya para mantan penderita Covid-19 berada di garis depan, tampil sebagai pahlawan bagi penderita lainnya,” kata Husein.

Menurut Husein, pihaknya merasa perlu untuk mengajak donor plasma, sebab saat ini kasus Covid-19 kembali meningkat. Sehingga untuk meningkatkan angka kesembuhan, antara lain dengan menggiatkan donor plasma.

Sementara itu, Kabid Yansoskesman dan Donor Darah PMI Banyumas, dr. Wulandari mengatakan, ada jenis metode donor plasma yang bisa dilakukan oleh mantan pasien Covid-19, yaitu dengan menggunakan mesin aferesis dan donor plasma biasa atau konvensional.

Perbedaan dua metode donor plasma tersebut adalah jika menggunakan mesin aferesis, maka sel darah merah tidak ikut diambil dan pendonor bisa lebih cepat untuk kembali melakukan donor berikutnya.

Sedangkan jika menggunakan metode konvensional, sel darah merah ikut diambil dan baru dipisahkan dengan mesin khusus oleh petugas PMI.

“Kalau menggunakan mesin aferesis, saat darah diambil dan masuk ke mesin, kemudian otomatis dipisahkan antara plasma dan sel darah merah. Kemudian yang sel darah merah akan dimasukkan kembali ke tubuh pendonor. Sedang metode konvensional, pendonor diambil semua baik plasma maupun sel darah merah dan baru dipisahkan di luar,” jelasnya.

Terkait waktu untuk donor plasma, dr. Wulandari mengatakan, hal tersebut sangat tergantung pada kondisi masing-masing pendonor, karena kekuatan antibodi orang berbeda-beda. Namun disarankan tidak lebih dari 3 bulan setelah dinyatakan sembuh.

Lihat juga...