Masker Menjadi Polutan di Lokasi Menyelam Terpopuler di Filipina

Warga menggunakan masker mencoba wahana hiburan yang kembali dibuka di tengah pandemi COVID-19 di Enchanted Kingdom in Santa Rosa, Laguna, Filipina, Minggu (25/10/2020) - foto Dok Ant

BAUAN – Pandemi COVID-19, menambahkan elemen baru yang tak diinginkan terhadap polusi laut di Kota Bauan, sebuah lokasi menyelam yang populer di Provinsi Batangas, Filipina.

Para pengunjung reguler dan para penduduk lokal telah melaporkan peningkatan jumlah masker pelindung dan face shield, yang dikumpulkan dari dasar laut. “Mungkin karena beberapa orang yang naik perahu hanya melingkarkan masker mereka di salah satu ujungnya dan terlepas, atau yang lain tidak membuangnya dengan benar,” kata Arnel Vergara, seorang penyelam profesional Filipina, yang telah menyelam di daerah tersebut selama satu dekade terakhir.

Carmela Sevilla, seorang pemilik resor dan instruktur selam mengatakan, sampah masker itu menjadi tambahan di atas kantong plastik, kemasan sekali pakai, popok, dan bahan kemasan yang mengganggu perairan setempat selama musim hujan. “Saya pikir kita akan melihat lebih banyak masker. Saya rasa kita akan memakai masker wajah untuk sementara waktu,” kata Sevilla.

Girro Maranan, seorang pejabat di Kantor Pariwisata Batangas mengatakan, para pejabat mengetahui masalah ini dan tengah memelopori upaya pembersihan. “Keanekaragaman laut kita yang paling terpengaruh,” kata Maranan.

Marian Ledesma, juru kampanye Greenpeace di Filipina mengatakan, manajemen strategi pembuangan limbah negara yang buruk telah menyebabkan sampah menumpuk di anak-anak sungainya. (Ant)

Lihat juga...