Masyarakat Bantaragung Siap Bersinergi Kembangkan ‘Langit Binuang’

Jurnalis: Koko Triarko

MAJALENGKA – Masyarakat Desa Bantaragung di Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sangat berharap pengembangan objek wisata ‘Langit Binuang’ di desa itu bisa berlanjut. Hal ini mengingat kemajuan objek wisata bisa meningkatkan perekonomian warga setempat.

Kepala Desa Bantaragung yang baru saja terpilih, Samhari, mengatakan, dengan jumlah penduduk mencapai hampir 5.000 jiwa, terdiri dari 1.250 kepala keluarga dan 300 KK di antaranya masih prasejahtera, upaya pengembangan objek wisata ‘Langit Binuang’ menjadi sangat penting.

Samhari, Kepala Desa Terpilih Desa Bantaragung, Sindangwangi, Majalengka, Jawa Barat, saat dijumpai Cendana News, Selasa (15/6/2021). -Foto: Koko Triarko

“Warga kami mayoritas bekerja sebagai petani, pedagang dan buruh. Karena itu, kami berharap koperasi bisa membantu lebih jauh, baik pemikiran dan pendanaan,” kata Samhari, usai audiensi bersama jajaran pimpinan Yayasan Damandiri di kawasan ‘Langit Binuang’ Bantaragung, Selasa (15/6/2021).

Menurut Samhari, objek wisata ‘Langit Binuang’ mulai dikembangkan sejak 2019, bersamaan dengan berdirinya koperasi dalam program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML). Jumlah pengunjung juga terus bertambah, sehingga warga makin antusias mengembangkannya.

“Masyarakat kami juga sudah siap mendukung kemajuan objek wisata ini. Tinggal bagaimana menyatukan setiap potensi yang ada ini,” kata Samhari.

Sementara itu, Manajer Umum Koperasi Cipta Agung Mandiri, Heriyanto, mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan konsep ke depan untuk pengembangan ‘Langit Binuang’.

“Peran koperasi nanti akan membantu pemasaran melalui promosi wisata. Menggerakkan anak-anak muda untuk turut terlibat, antara lain dengan membuka kedai kopi khas Bantaragung,” kata Heriyanto.

Selain kopi robusta khas Bantaragung yang memiliki aroma pisang, sejumlah makanan khas lainnya juga akan dijadikan produk unggulan.

“Misalnya, kue cucur dan emping melinjo yang dibuat oleh warga. Sedangkan di sektor pertanian, kita juga akan mengembangkan komoditas porang. Sudah kita siapkan lahannya 2 hektare,” kata Heriyanto.

Menanggapi antusiasme warga Bantaragung tersebut, Yayasan Damandiri menyatakan siap mendukung berbagai program yang memang sesuai dengan potensi lokal.

“Kita sifatnya mem-back up apa yang dibutuhkan warga, sepanjang itu bisa dipertanggungjawabkan. Kita tidak bisa memaksakan suatu program yang tidak sesuai dengan masyarakat. Jadi, kita sifatnya mendukung,” kata Ketua Yayasan Damandiri, Letjen (Purn) Soegiono, usai audiensi.

Lihat juga...