Masyarakat Dieng Kulon Antusias Kembangkan Wisata Baru Dieng Garden

Jurnalis : Koko Triarko

BANJARNEGARA — Kendati berada di kawasan objek wisata terkenal, Candi Arjuna, tak serta-merta membuat masyarakat desa Dieng Kulon di kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, terangkat kesejahteraannya. Masih banyak warga di desa ini membutuhkan pendampingan, untuk dapat meningkatkan penghasilan.

Desa Dieng Kulon, merupakan kawasan wisata Candi Arjuna dan kawah Sikidang Dieng Plateu. Dalam kondisi normal sebelum pandemi Covid-19, jumlah wisatawan bisa mencapai puluhan ribu orang. Namun demikian, tak serta-merta potensi ekonomi di sektor pariwisata ini mampu dimanfaatkan maksimal oleh warga sekitar. Alhasil, jumlah keluarga kurang mampu di desa ini terhitung masih banyak.

Kepala Desa Dieng Kulon, Slemat Budiono, mengatakan, dari sekitar 3.100 penduduk terdiri dari 1.150 kepala keluarga, sebanyak 20 persennya masih tergolong kurang mampu. Mereka rata-rata bekerja sebagai petani dan pedagang.

“Objek wisata Dieng ini mulai ramai sekitar tahun 2008, ketika kami menggagas adanya desa wisata berbasis masyarakat. Lalu, kami mulai merintis event Dieng Culture Festival, yang kemudian mulai ramai pengunjung pada 2010,” kata Slamet Budiono, yang ditemui saat sedang menunggu kedatangan pimpinan Yayasan Damandiri di Pendopo Soeharto, desa Dieng Kulon, Minggu (13/6/2021).

Berbagai event seni dan budaya, dengan tradisi pemotongan rambut gimbal sebagai event paling memikat, lebih sering diadakan untuk meningkatkan jumlah wisatawan. Namun, upaya ini juga diakui belum mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara signifikan.

“Karena itu ketika ada program pemberdayaan dari Yayasan Damandiri melalui program desa cerdas mandiri lestari (DCML), kami sangat antusias sekali,” kata Slamet Budiono.

Lebih lanjut Slamet Budiono menjelaskan, program pemberdayaan mulai dari beasiswa anak, pendirian koperasi, bantuan hibah pembangunan Dieng Garden dan bantuan sosial seperti lantainisasi, sangat dirasakan membantu masyarakat.

“Di desa kami, ada sekitar 200 penerima program lantainisasi. Sekarang masih ada sekitar 20 persen lagi yang belum, sehingga kami berharap program ini terus berlanjut,” kata Slamet Budiono.

Slamet Budiono, Kepala Desa Dieng Kulon, Banjarnegara, Jawa Tengah, saat ditemui menjelang audiensi bersama pimpinan Yayasan Damandiri di Pendopo Soeharto, Sabtu (13/6/2021). Foto: Koko Triarko

Terkait upaya peningkatan pendapatan, Slamet Budiono optimis dengan adanya pembangunan Dieng Garden dan Kafe Kita, nantinya akan memberikan peluang pekerjaan, yang pada akhirnya bisa meningkatkan penghasilan warga.

Saat ini, wisata Dieng Garden dan Kafe Kita masih dalam tahap penjajakan. Dibangun sejak 2019, objek wisata baru ini belum bisa beroperasi karena langsung terhantam pandemi Covid-19.

“Sejak pandem ini kawasan Dieng sepi pengunjung. Ini baru mulai ramai lagi tiga minggu setelah lebaran kemarin. Karena itu, kita mulai optimis dan bersemangat lagi untuk melanjutkan program-program Damandiri ini,” pungkas Slamet Budiono.

Dijadwalkan, siang ini pengelola Dieng Garden, pengurus KUD Pelita Sejahtera Mandiri dan Pemerintah Desa Dieng Kulon, menggelar audiensi bersama pimpinan Yayasan Damandiri terkait pelaksanaan program DCML Dieng Kulon.

Lihat juga...