Masyarakat Diminta Ikut Menjaga Kawasan Konservasi Togean

Pulau Papan, salah satu destinasi wisata andalan Pemerintah Kabupaten Tojo Una-una yang berada di Taman Nasional Kepulauan Togean - Foto Ant
PALU – Balai Taman Nasional Kepulauan (BTNK) Togean, mengajak warga kepulauan di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah (Sulteng), ikut terlibat menjaga kelestarian kawasan konservasi Togean. Kawasan tersebut memiliki luasan lahan sekira 363.150 hektare.
“Kami memiliki kawasan konservasi kurang lebih 363.150 hektare mencakup kawasan laut, pulau, hutan dan daratan, dalam rangka menjaga kelangsungan ekosistem alam,” kata Kepala BTNK Togean, Bustang, Sabtu (12/6/2021).

Menurutnya, ajakan ikut menjaga kelestarian kawasan sangat penting dilakukan, karena penduduk di kepulauan memiliki peran strategis dalam memanfaatkan potensi alam. Sehingga harus diajak memiliki rasa tanggung jawab terhadap alam, yang juga menjadi ruang mata pencaharian bagi warga setempat.

Dalam program konservasi, BTNK Togean, juga mengedukasi warga Kepulauan Togean, dalam rangka meningkatkan pemahaman mereka menjalankan tanggung jawab mengelola ekologi. Sekaligus menjadi upaya pemberdayaan dengan memberikan keterampilan, sebagai penopang kelangsungan perekonomian warga setempat.

Dari upaya edukasi, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, BTNK Togean, mampu menekan maraknya kegiatan ilegal fishing di kawasan lindung, termasuk meningkatkan jumlah hutan bakau di pesisir pantai sebagai tanggul alami penahan abrasi sekaligus pencegah ancaman bencana lainnya. “Hutan bakau baik terbentuk secara alami maupun buatan di Togean, akhiri-akhir ini semakin meningkat. Ini tidak terlepas dari keterlibatan para pihak maupun warga di kepulauan,” ujar Bustang.

Dari upaya yang dilakukan BTNK Togean, saat ini masyarakat telah merasakan manfaat dari konservasi tersebut Saat ini sudah terbangun siklus ekologi yang baik, sebab konservasi dilaksanakan secara keseluruhan baik darat maupun laut.

Kepulauan Togean, telah menjadi Cagar Biosfer yang ditetapkan oleh UNESCO, sehingga kawasan tersebut memberikan kesan ekologi yang baik. Selain dijadikan sebagai destinasi wisata, saat ini juga menjadi rumah bagi para ilmuwan melakukan penelitian. “Kami berharap masyarakat tetap konsisten menjaga kelangsungan Sumber Daya Alam (SDA) di kawasan ini. Pemerintah, pemangku kepentingan dan masyarakat sebagai mitra kami dalam melakukan pengawasan,” tandas Bustang. (Ant)

Lihat juga...