Menjelang Penguncian Total, Suasana Kuala Lumpur Relatif Sepi

Suasana di depan Kantor Perdana Menteri Malaysia, Perdana Putra, Putrajaya – Foto Ant

KUALA LUMPUR – Suasana ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, utamanya di Wilayah Persekutuan Putrajaya, Senin (31/5/2021) menjelang pemberlakuan penguncian total mulai Selasa (1/6/2021) cenderung sepi dibandingkan hari-hari normal. Penguncian total tersebut akan berlangsung dua pekan, atau hingga hingga Senin (14/6/2021).

Suasana seperti itu terlihat di pusat tujuan wisata di sekitar Kantor Perdana Menteri Malaysia, Perdana Putra, dan Masjid Putra yang berlokasi di tepi Danau Putrajaya. Pada hari-hari normal sebelum COVID-19 melanda, pada Maret 2020, belasan bus pariwisata sering terlihat berjajar di depan masjid dan kantor perdana menteri.

Para wisatawan, terutama yang berasal dari China, sering berfoto di depan bangunan-bangunan dan taman-taman tersebut. Saat pandemi, gerbang pintu Masjid Putra nampak ditutup dan dijaga petugas keamanan. Sedangkan mereka yang ingin sembahyang di masjid tersebut, jumlahnya dibatasi berdasarkan protokol kesehatan.

Pada hari normal, wisatawan non-Muslim diperkenankan masuk sampai halaman depan masjid, dengan mengenakan jubah warna merah tua, yang disediakan pengurus masjid. Demikian pula dengan destinasi mengelilingi Danau Putrajaya dengan kapal pesiar, juga ditutup setelah adanya pandemi. Namun demikian, sejumlah perkantoran di Putrajaya seperti kantor Kementerian Multimedia dan Komunikasi masih buka, dengan pembatasan jumlah karyawan yang masuk kantor. Sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah, hanya 20 persen pegawai pemerintah yang dibolehkan bekerja di kantor.

Sedangkan untuk industrim diizinkan sebanyak 40 persen pegawai masuk kerja. Pergerakan transportasi publik ke Putrajaya, seperti KLIA Transit, juga dikurangi waktunya sehingga penumpang perlu menunggu kereta komuter tersebut lebih lama dari biasanya. Taksi daring seperti Grab masih bisa melayani penumpang keliling Putrajaya, namun penumpang masih perlu memindai barcode aplikasi MySejahtera, yang dipasang di belakang tempat duduk sopir.

Malaysia pada Senin (31/5/2021) mencatatkan 6.824 kasus baru COVID-19. Dari jumlah kasus baru di 16 negeri atau provinsi di Malaysia tersebut, Selangor menyumbang kasus tertinggi sebanyak 2.111 kasus, Kuala Lumpur 387 kasus, sedangkan Putrajaya hanya 28 kasus dalam sehari. (Ant)

Lihat juga...