Miliki 20 Mesin Pemilah, Banyumas Targetkan tak Ada Sampah ke TPA

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANYUMAS — Kabupaten Banyumas saat ini memiliki 20 unit mesin garbage separator atau mesin pemilah yang memilah sampah apapun secara otomatis. Hal tersebut memudahkan dalam pengolahan, sehingga ditargetkan pada tahun 2023, Banyumas sudah mendekati zerro waste, atau tidak ada lagi sisa sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Bupati Banyumas, Achmad Husein di halaman Pendopo Sipanji Purwokerto, Rabu (30/6/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, pihaknya sangat konsen dalam pengolahan sampah dan terus berupaya untuk memanfaatkan untuk bebagai macam hal. Seperti campuran aspal, serta dibuat paving, hingga dibuat kompos.

“Kita sekarang memiliki 23 hanggar dan 20 mesin pemilah. Semua jenis sampah dimasukan dalam mesin tersebut, akan dipilah secara otomatis. Ini merupakan solusi yang cukup efektif dalam upaya penanganan sampah,” katanya, Rabu (30/6/2021).

Lebih lanjut Bupati menjelaskan, berbagai upaya pemanfaatan sudah dilakukan. Untuk sampah plastik sudah dialokasi pada dua kegiatan, yaitu untuk campuran aspal hotmic dan untuk pembuatan paving. Pilot project untuk produksi aspal campur plastik ini berlokasi di perbatasan Kecamatan Wangon dengan Lumbir, di bagian barat Kabupaten Banyumas

“Untuk organik, bisa dilakukan fermentasi dijadikan kompos untuk pupuk organik dan pakan magot. Sedangkan yang plastor, plastik dan organik akan dipilah lagi menjadi plastik dan serat organik, sisanya baru residu,” terangnya.

Namun, lanjut Husein, residu tersebut dimasukkan dalam pyrolysis dan diolah akan habis menjadi debu. Saat ini dengan 20 mesin tersebut, Kabupaten Banyumas sudah berhasil menyelesaikan 65 persen persoalan sampah.

“Pertengahan 2023 nanti, kita targetkan Banyumas nearly zerro waste, mendekati tidak ada lagi sampah yang masuk atau dibuang ke TPA, semua terolah dengan baik,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Irawadi mengatakan, untuk pemanfaatan sampah plastik sebagai campuran aspal, sampai saat ini masih berjalan. Namun, ada spesifikasi tertentu agar bisa dipergunakan sebagai campuran, yaitu plastik harus dicacah terlebih dahulu dan cacahan tersebut harus kering, bersih dan terbebas dari bahan organik.

“Untuk ukuran maksimal cacahan plastik 9,5 milimeter,” kata Irawadi.

Lebih lanjut Irawadi menjelaskan, untuk produksi satu ton aspal, membutuhkan limbah plastik hingga 2,51 kilogram, dan kondisi plastik sudah dicacah.

“Jadi penggunaan limbah plastik ini sekitar enam persen dari tiap ton aspal dan produk aspal hotmix campur plastik ini, secara teknis menguatkan ketahanan terhadap deformasi dan keretakan tanah hingga 40 persen,” jelasnya.

Lihat juga...