Miliki Hobi Otomotif, Andi Ciptakan Alat Penghemat Bahan Bakar

Editor: Maha Deva

Andi, kaos merah menunjukkan hidro power - Foto M Amin
BEKASI – Memiliki hobi dibidang otomotif, Zulkifliandi, warga Kota Bekasi, Jawa Barat, berhasil menciptakan alat penghemat Bahan Bakar Minyak (BBM), yang diberi nama hidro power. Hobi dan kecintaan menjadi dasar dari keberhasilan lelaki yang tidak memiliki dasar akademis di bidang otomotif tersebut untuk menciptakan hidro power.
“Dari sisi akademik, saya memang tidak memiliki basic, dan tidak mendukung untuk menciptakan alat penghemat BBM ini, tapi hobi otomotif memang sejak kecil sudah ada. Kecintaan di bidang otomotif ini jadi pendorongnya,” ungkap Zulkifliandi, kepada Cendana News, Sabtu (19/6/2021).
Andi, panggilan akrab Zulkifliandi, hanyalah lulusan SMK jurusan Manajemen Bisnis. Kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di jurusan Teknik Informatika. Tapi, hobi otomotif membawanya masuk ke dalam komunitas mobil Sirion, hingga terus berinovasi.  Hal itu menjadi bukti, dasar akademik tertentu, bukan menjadi jaminan untuk bisa menekuni pekerjaan tertentu. Tetapi jika hobi, maka akan lebih melekat dan lebih dijiwai.
Berinovasi dengan membuat alat penghemat BBM, sudah dilakoni sejak empat tahun lalu. “Hidro Power ini adalah inovasi kedelapan. Dulu, hanya berfungsi sebagai penambah tenaga kendaraan. Tapi makin ke sini, terus dikembangkan, hingga menemukan alat penghembat BBM, tidak hanya untuk menambah tenaga mesin mobil saja,” ungkap Andi.

Inovasi tersebut didapatkan, enam tahun lalu bersama rekannya yang bernama Pak Taufik. Berdua, membuat sistem yang diberi nama Mikrokarbon (HC) crek system. Pembuatannya, terinspirasi berita dan bacaan media online, tetapi ketika itu alatnya hanya untuk penghemat BBM sepeda motor. Kemudian, muncul ide untuk dikembangkan ke kendaraan roda empat. Hingga akhirnya membuat inovasi di komunitas mobil, dan infovasi kedelapan ini, mulai diaplikasikan menuju go green.

Zulkifliandi, pembuat alat penghemat BBM menunjukkan hidro power yang diinovasikan dalam mendukung go green, saat melakukan uji coba pemasangan di kendaraan dinas Wakil Wali Kota Bekasi, Sabtu (19/6/2021) – foto M Amin

“Saat ini kendaraan terus berkembang sampai ke kendaraan listrik untuk mengurangi polusi. Akhirnya coba menginovasikan lagi, untuk mendukung program go green, karena ini lebih prospek dan masih diterima kedepannya karena alat Hidro Power ini mampu mengurangi polusi, hemat BBM dan membuat CO2 pada kendaraan  lebih rendah,” tukasnya.

Alat tersebut, telah diuji dengan dipasang di ratusan mobil. Pemasaran dilakukan dari mulut ke mulut, dengan menyasar anggota komunitas mobil. Alat tersebut, juga dipasarkan secara online.  Cara kerja hidro power pada intinya adalah, mengambil uap bensin yang biasa terbuang di tanki bahan bakar, untuk dikelola menjadi semacam hidrogen untuk masuk ke bahan bakar. Alat yang namanya katalis, di pasang spesifik di dekat knalpot, karena alat ini harus panas agar bisa bekerja maksimal. “Jika ditanya sudah banyak terjual, ya terutama di wilayah Kalimanten Selatan, Riau dan Sulawesi Selatan. Alhamdulillah semua tidak ada yang konflin,” jelasnya.

Saat ini, Pemkot Bekasi mulai melirik karya warganya tersebut, dengan melakukan uji coba pemasangan di beberapa unit kendaraan. Seperti milik Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. Setelah uji coba, Pemkot Bekasi akan menjadikan produk karya anak daerahnya itu menjadi solusi untuk mengurangi polusi udara di wilayahnya.

“Ini adalah persembahan Inovatif ditengah pandemi oleh anak Bekasi, mampu menciptakan alat penghemat bahan bakar yang saat ini mahal. Hal lain alat temuan tersebut juga jadi salah satu solusi lingkungan hidup terjaga,” ujar Tri Adhianto, saat melihat langsung pemasangan alat penghemat BBM di kendaraan miliknya.

Hasil dari pemasangan alat tersebut, sudah mendapatkan uji emisi, menggunakan alat milik Dinas Perhubungan Pemkot Bekasi. Hasilnya, sebelum dipasang hidro power ukuran CO2 yang dikeluarkan sebesar 0,25. Dan setelah dipasangi, menjadi 0,01. Namun demikian hasil uji coba ini akan dievaluasi lagi. “Alat tersebut akan jadi persembahan Kota Bekasi untuk Indonesia yang lebih hijau, semoga ke depan, bisa diterima di pasaran. tapi awalnya tentu diuji coba dulu untuk kendaraan di Kota bekasi, sebagai bentuk sosialisasi,” tandasnya.

Ketua Organda Kota Bekasi, Amat Juaini, ikut menyaksikan uji coba temuan tersebut. Dia mengakui, alat temuan putra Bekasi itu akan sangat membantu pengemudi dan pemilik kendaraan niaga. “Jika setelah uji coba di beberapa kendaraan berhasil, maka Organda bersama Pemkot Bekasi akan memasarkan produk tersebut sebagai pendukung program go green. Terutama pada angkutan kota, truk dan kendaraan niaga lainnya,” pungkasnya.

Lihat juga...