MTs Baitul Hikmat Ciptakan Lingkungan Sejuk dan Nyaman

Editor: Koko Triarko

JEMBER- Lembaga pendidikan MTs Baitul Hikmah di Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, Jember, mampu menciptakan lingkungan sekolah yang sejuk dan nyaman. Kondisi demikian makin membuat proses belajar mengajar menjadi menyenangkan.

Kepala Sekolah MTs Baitul Hikmah, Tita Rini, S.Pd., mengatakan suasana belajar dan mengajar di sekolah akan lebih produktif, bila didukung suasana lingkungan yang nyaman, seperti udara yang tidak panas dan bebas dari sampah. Dirinya mengaku lebih memanfaatkan lingkungan daripada memberi fasilitas pendingin di dalam ruangan kelas.

“Menggunakan fasilitas pendingin ruangan seperti AC maupun kipas angin, sifatnya hanya sementara. Namun, memiliki dampak yang tidak baik dalam waktu jangka panjang,” ujar Tita Rini, kepada Cendana News, di sekolanya, Rabu(23/6/2021).

Tita menambahkan, hasil dari upaya yang dilakukan selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil. Area sekolah yang semula terasa panas, kini sudah jauh lebih sejuk, rimbun dengan banyak tanaman dan pohon yang tumbuh di sekitar area sekolah.

Tita Rini, saat ditemui oleh Cendana News ditemui di sekolahnya di Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, Jember, Rabu (23/6/2021).-Foto: Iwan Feriyanto

“Melestarikan lingkungan tidak dapat terjadi begitu saja. Perlu upaya keras dan sinergitas dari seluruh kalangan, baik guru maupun siswa. Karena membangun budaya sadar lingkungan tidak mudah, dengan pola pikir yang masih menganggap sampah bukan menjadi masalah, sekecil apapun sampah itu,” ucapnya.

Menurut Tita, selama ini pihaknya membangun kesadaran pentingnya menjaga lingkungan dan menciptakan lingkungan yang lestari. Hal ini perlu untuk bersinergi, karena tidak akan mungkin membentuk lingkungan yang bersih, bila hanya dilandasi pada beberapa orang. Apalagi, ini merupakan lingkungan pendidikan.

Beberapa upaya yang dilakukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sejuk, Tita menyebutkan, perlu memperbanyak pohon yang tumbuh, menyediakan fasilitas tempat sampah, dan membangun area rumah hijau. Sehingga membuat sekolah enyandang predikat sekolah Adhiwiyata.

“Status sebagai sekolah adhiwiyata menjadikan tugas dan tanggung jawab kita ke depannya lebih besar. Sebab, status yang kita dapatkan akan mejadi gambaran buruk bila realitas yang ada tidak sesuai kenyataan. Namun dalam hal ini, memberikan semangat tambahan untuk kami semua, bagaimana ke depan  lebih intens lagi untuk menjaga lingkungan yang lebih baik,” ujarnya.

Fauzi, salah satu siswa, mengatakan selama bisa berbuat baik dan bermanfaat untuk orang lain, tentu itu jauh lebih baik daripada tidak berbuat sama sekali, seperti menjaga lingkungan.

“Sampah yang masih menjadi masalah besar harus kita selesaikan bersama, menghindari adanya sampah dengan cara disiplin membuang sampah pada tempatnya,” ucapnya.

Lihat juga...